Ilustrasi

Kemendag dan Mitra Kerjasama Fasilitasi Pelaku Usaha Kayu Ringan Perluas Pasar Ekspor ke Eropa

20 Oktober 2018

Moneter.id - Dalam rangka mendorong pengembangan ekspor sektor kayu ringan Indonesia, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Direktorat Kerja Sama Pengembangan Ekspor melakukan pendampingan 4 (empat) buyers asal Jerman, Perancis, Swedia dan Belgia yang berkunjung ke Indonesia dalam rangka Buying Mission Program guna menjajaki peluang kerjasama dengan 11 (sebelas) perusahaan kayu ringan di Jawa Timur dan Jawa Tengah sejak 14 – 18 Oktober 2018 lalu. 

Dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (20/10, dijelaskan kesebelas perusahaan ini memproduksi blockboard, dorecore, panel board, plywood, laminated door dan produk inovatif lainya yang berbahan baku kayu yang selama ini dianggap tidak bernilai atau tidak memenuhi kriteria bahan yang baik. 

“Kegiatan ini merupakan Salah satu deliverable dari kerjasama yang dilaksanakan Ditjen PEN dengan Import Promotion Desk (IPD) Jerman dan Indonesian Lightwood Association (ILWA) yang sudah dimulai sejak tahun 2016,” tulisnya. 

Baca juga: Kemendag Gelar The 3rd ILCF 2018 dalam Rangka Kembangkan Pasar Kayu Ringan 

Sebagaimana diketahui, trend pertumbuhan penggunaan kayu ringan di Eropa saat ini kian meningkat karena terkait dengan perubahan pola konsumsi ke arah yang lebih ramah lingkungan, khususnya furniture yang ringan, kuat, dan ramah lingkuan. 

Sebagai ilustrasi, berdasarkan data IPD, negara-negara Eropa dengan industry furniture turnover terbesar pada tahun 2016 adalah Belanda (21 milyar Euro), Italia (19 milyar Euro), Inggris, Polandia, dan Perancis (ketiga negara masing-masing sekitar 8 milyar Euro), dan Spanyol (4,5 milyar Euro). Banyak industri beralih untuk menggunakan kayu ringan daripada kayu keras (kayu tropis dari hutan alam). 

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemain ekspor utama dalam produk kayu ringan inovatif ke pasar Eropa. Melalui kegiatan ini kami berusaha dan berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha kayu ringan agar dapat memperluas pasar ekspornya ke Eropa, mengingat potensi besar yang dimiliki" ujar Arlinda, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional.  

Selain melakukan kunjungan perusahaan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, delegasi buyer juga diagendakan menghadiri The 3 Indonesian Lightwood Cooperation Forum yang dilanjutkan dengan B2B Meeting. Hasil dari transaksi B2B Meeting akan mendukung pencapaian Trade Expo Indonesia 2018. 

“Diharapkan pertemuan ini menuai hasil yang konkrit untuk nilai peningkatan ekspor, dimana kegiatan ini memberikan kesempatan kepada perusahaan kayu ringan Indonesia untuk dapat langsung melakukan negosiasi dengan buyers yang diharapkan dapat melakukan ekspor produk kayu ringan inovatif secara langsung (direct export),” pungkas Arlinda.

 

 

(TOP)


TERKINI