Toba Bara

Anak Usaha Toba Bara Diguyur USD157,99 Juta

07 Februari 2019

Moneter.id - Entitas anak usaha PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), yaitu PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) menerima pinjaman perbankan sebesar US$157,99 juta pada akhir Januari 2019 lalu. Pinjaman untuk mendanai pembangunan listrik tenaga uap ini diterima dari PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) dengan jangka waktu hingga 2030 mendatang.

Direktur Utama TOBA, Justarina Naiborhu menjelaskan bahwa berdasarkan akta perjanjian kredit tertanggal 21/12/2017m Bank Mandiri bertindak sebagai mandated lead arranger dan kreditur awal. Adapun suku bunga yang ditetapkan adalah LIBOR ditambah dengan applicable margin.

”Tujuan penggunaan dana adalah pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap,” ungkapnya, Rabu (06/2).

Minahasa Cahaya Lestari merupakan entitas anak usaha yang 90% sahamnya dimiliki oleh TOBA. Dijelaskan oleh Justarina, Minahasa Cahaya Lestari menjadi perusahaan pembangkit listrik tenaga uap di Minahasa yang mempunyai kapasitas sebesar 2X50 MW.

Sementara itu, sebagai perusahaan publik yang menjalankan usaha di bidang pertambangan batubara, TOBA mempunyai dua PLTU yang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan, yaitu PLTU Sulbagut I di Gorontalo dan PLTU Sulut III.

Kuartal III/2018 lalu, laba bersih TOBA mencapai US$ 45,9 juta. Raihan laba bersih ini lebih tinggi58,3% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) sebesar US$ 29,0 juta.

Kenaikan laba ditunjang dari pendapatan perusahaan yang tumbuh 43,9% yoy menjadi US$ 304,1 juta dari tahun sebelumnya US$ 211,3 juta. Pun, ini seiring dengan naiknya harga jual rata-rata batubara.

Disisi lain, volume produksi juga masih sesuai dengan target akhir tahun di kisaran 5 juta ton hingga 6 juta ton. Per kuartal III/2018 volume produksi mencapai 4,0 juta ton, naik 8,1% yoy dari tahun sebelumnya 3,7 juta ton.




TERKINI