Ilustrasi | Foto: Ist

Kembangkan UMKM, Pemerintah Siap Kucurkan Rp3,2 Triliun

07 Februari 2019

Moneter.id - Pemerintah akan menyalurkan dana program kemitraan sebesar Rp3,2 triliun pada tahun ini untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Angka ini meningkat jika dibandingkan penyaluran pada tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun," kata Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI Eko Setiawan pada pembukaan pameran BUMN-UKM Great Sale di Mal Solo Paragon, Kamis (07/2).

Menurut dia, dana tersebut seperti kredit usaha rakyat (KUR) namun bunga kredit lebih rendah. "Kalau bunga KUR kan 7 persen/tahun, program kemitraan ini hanya 3 persen/tahun," katanya.

Eko mengatakan plafon untuk setiap mitra binaan yang mengakses kredit tersebut maksimal Rp200 juta dengan tenor tiga tahun.

"Sejauh ini sudah sekitar 700 ribu mitra binaan yang mengakses program ini. Untuk bisa mengaksesnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), memenuhi kriteria sebagai usaha kecil dengan maksimal aset Rp500 juta, omzet maksimal Rp2,5 miliar/tahun, dan punya izin usaha yang dikeluarkan camat," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini sektor yang paling banyak mengakses yaitu perdagangan. Menurut dia, sektor ini lebih lancar dalam proses pengembaliannya.

"Memang kami akui kalau dari sisi kredit macet masih cukup tinggi, yaitu sekitar 10-20 persen. Ini menjadi tantangan bagi kami," katanya.

Sementara itu, sebagaimana diketahui program kemitraan merupakan program dana pinjaman yang diberikan perusahaan BUMN kepada para pelaku UKM.

"Dalam hal ini bukan hanya BUMN yang bergerak di bidang perbankan, di antaranya bisa Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, dan PLN. Kementerian BUMN meminta perusahaan menyisihkan sebagian labanya untuk mendukung UMKM supaya mandiri," katanya.

Ia mengatakan saat ini seluruh perusahaan BUMN sebanyak 113 perusahaan sudah mengikuti program tersebut, sedangkan untuk anak perusahaan yang sudah melaksanakannya sekitar 100 perusahaan.

Mengenai pameran tersebut, dikatakannya, saat ini yang mengikutsertakan UMKM binaannya baru 10 perusahaan. Ia berharap ke depan akan lebih banyak yang bisa mengikuti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta yang merupakan pelaksana pameran Gareng S Haryanto berharap kegiatan tersebut mampu berkontribusi untuk memenuhi target transaksi pelaksanaan "Solo Great Sale" (SGS) 2019. "Target yang harus kami penuhi Rp600 miliar, mudah-mudahan tercapai," katanya. (Ant) 



TERKINI