Ilustrasi| Foto: Ist

Ini Daftar Nama-nama Orang Terkaya di Indonesia

09 Maret 2019

Moneter.id - Di Indonesia terdapat banyak pengusaha yang sukses dalam bisnisnya dan kemudian dinobatkan sebagai orang terkaya di Tanah Air.

Dikutip dari laman Cermati.com, Sabtu (9/03), berikut daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2018 versi majalah Forbes:

1. Robert Budi Hartono

Pria yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong ini masih betah bertengger di peringkat pertama dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan ini memiliki jumlah kekayaan senilai $35 Miliar atau setara dengan Rp494 Triliun.

Dengan jumlah kekayaan yang berlimpah, Robert Budi Hartono berhasil bertahan di daftar nama orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun. Kekayaannya berasal dari bisnis utamanya, yakni rokok. Selain itu, ia juga memiliki sebagian besar saham Bank BCA.

2. Susilo Wonowidjojo & keluarga

Susilo Wonowidjojo dan keluarganya mendapatkan kekayaan mereka dari pembuat rokok kretek yang diperdagangkan, Gudang Garam, yang menghasilkan 70 miliar batang rokok per tahun dan telah berdiri sejak tahun 1958. Diperkirakan jumlah kekayaannya mencapai $9.2 Miliar atau setara Rp130 Triliun.

Di Gudang Garam, Susilo menjabat direktur utama sejak 2009 menggantikan kakaknya Rachman Halim yang meninggal dunia pada tahun 2008.

3. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga

Eka Tjipta Widjaja merupakan pengusaha dan pendiri PT. Sinar Mas. Saat ini Sinar Mas telah merambah dunia bisnis di bidang kertas, real estat, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi. Diperkirakan jumlah kekayaannya mencapai $8.6 Miliar atau setara dengan Rp121 Triliun.

Baru-baru ini dia juga mendirikan pabrik oleokimia yang bekerja sama dengan perusahaan Spanyol Cepsa di pulau Riau, Indonesia.

Kedua anak laki-lakinya yaitu Franky menjalankan perusahaan raksasa kelapa sawit Golden Agri-Resources dan Oei Hong Leong mengelola investasinya sendiri di Singapura.

4. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan pendiri sekaligus ketua dari Indorama Corporation, sebuah perusahaan petrokimia dan tekstil di Indonesia. Pria yang lahir dan besar di India ini menghabiskan banyak kehidupannya di Indonesia untuk berbisnis.

Ia telah menetap di Indonesia sejak tahun 1974 untuk menjalankan kehidupan profesionalitasnya dengan berbisnis. Jumlah kekayaannya mencapai USD7.5 Miliar atau setara dengan Rp106 Triliun.

5. Anthoni Salim

Direktur utama PT. Salim Group ini, diperkirakan memiliki kekayaan sebesar $5.3 Miliar atau setara Rp75 Triliun. Salim juga adalah pemegang saham mayoritas (44%) dari perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong First Pacific yang memiliki aset $ 17,2 miliar di enam negara. Anak dari pengusaha Sudono Salim ini juga merupakan CEO dari PT. Indofood

6. Tahir

Dato’ Sri Tahir, atau yang terlahir dengan nama Ang Tjoen Ming, merupakan seorang pengusaha di Indonesia. Selain sebagai pengusaha, ia juga seorang investor, filantropis, sekaligus pendiri dari Mayapada Group.

Perusahaan ini merupakan holding company yang telah mempunyai beberapa unit usaha di Indonesia, meliputi perbankan, TV berbayar, media cetak, rumah sakit, properti, hingga rantai toko bebas pajak atau duty free shopping (DFS). Jumlah kekayaannya diprediksi mencapai  USD 4.5 Miliar atau setara Rp63 Triliun

7. Chairul Tanjung

Si Anak Singkong” Chairul Tanjung merupakan pengusaha sekaligus mantan Menko Perekonomian pada 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014 menggantikan Hatta Rajasa.

Nama Chairul terkenal sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp. Jumlah kekayaan diperkirakan mencapai USD 3.5 Miliar atau setara Rp50 Triliun.

Saat ini, perusahaannya telah membawahi beberapa anak perusahaan, seperti Bank Mega, Trans Corp, dan CT Global Resources.

8. Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan, yang memiliki gelar doktor dalam bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966. Kalbe Farme sekarang adalah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

"Dr. Boen," begitu ia dijuluki, juga mengendalikan Mitra Keluarga, yang mengoperasikan 12 rumah sakit. Jumlah kekayaannya diprediksi mencapai $3.2 Miliar atau setara Rp45 Triliun

9. Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja adalah kepala Mayora Group dan telah tersebar ke lebih dari 90 negara.

Keluarganya adalah imigran Cina generasi ketiga yang mulai membuat biskuit pada tahun 1970. Atmadja dan keluarganya, termasuk saudara dan sepupu, memiliki saham besar dalam bisnis ini. Jumlah kekayaannya diperkirakan mencapai USD 3.1Miliar atau setara Rp44 Triliun.

10. Prajogo Pangestu

Pada 2017, Prajogo Pangestu berhasil menembus deretan 20 orang terkaya di Indonesia setelah beberapa tahun absen.

Hal ini dikarenakan bisnisnya di perusahaan petrokimia Barito Pacific dan anak perusahaannya, Chandra Asri Petrochemical keuntungannya melonjak hingga 5 kali lipat dalam setahun terakhir. Diperkirakan jumlah kekayaannya mencapai USD 3 Miliar atau setara dengan Rp43 Triliun.

Taipan kelahiran 1944 ini mengawali bisnisnya di industri perkayuan pada akhir tahun 1970-an dengan menggunakan nama Djajanti Timber Group.

11. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong lahir di Singapura, namun pada tahun 1972, ia mengadu nasib dan pindah ke Indonesia.

Ketika di Singapura, ia sempat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo. Pada tahun 1992, ia berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Tahun 1997, ia membeli tambang batubaranya yang pertamanya melalui PT. Gunungbayan Pratamacoal. Tahun 1998,melalui PT Dermaga Perkasapratama.

Ia juga mengoperasikan Terminal Batubara di Balikpapan, Kalimantan. Di sektor pertambangan Batubara dengan perusahaan Bayan Resources inilah yang mengantarkan Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya no. 30 (versi majalah Forbes)Jumlah kekayaannya mencapai USD 2.5 Miliar atau setara Rp36 Triliun

12. Mochtar Riady

Mochtar Riady merupakan pengusaha Indonesia terkemuka. Ia adalah seorang pendiri sekaligus presiden komisaris dari Lippo Grup.

Hingga saat ini, ia dikenal masyarakat sebagai seorang praktisi perbankan yang andal. Karier suksesnya memang dimulai dari menjadi seorang bankir, cita-citanya dahulu sejak kecil.

Awalnya Mochtar mendapat kesempatan untuk mengurus bank yang bermasalah hingga akhirnya maju, kemudian ia pindah ke Bank Buana lalu Bank Panin. Hingga saat ini namanya melambung menjadi salah satu konglomerat keturunan Tionghoa hingga ke mancanegara dengan jumlah kekayaan mencapai USD 2.3 Miliar atau setara Rp32 Triliun.

13. Murdaya Poo

Dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia. Central Cipta Murdaya merupakan induk seluruh perusahaan keluarga Poo yang bergerak di bidang kelistrikan, engineering, teknologi informasi, perdagangan, infrastruktur, agribisnis, manufaktur, properti, dan kehutanan.

Sumber kekayaan Murdaya berasal dari sektor energi, industri, dan lainnya. Keunikannya dibanding dengan pengusaha lain di Indonesia ialah memiliki pasangan yang juga pengusaha sukses, yaitu Sri Hartati Tjakra Murdaya.

Keduanya saling bahu-membahu dalam mencapai kesuksesan bersama. Selain sebagai pengusaha, Murdaya Poo juga seorang anggota DPR. Jumlah kekayaan Murdaya Poo diperkirakan mencapai USD 2.2 Miliar atau setara Rp32 Triliun.

14. Putera Sampoerna & Keluarga

Ahli waris tembakau Putera Sampoerna menjual bisnis rokok kretek keluarga kepada Philip Morris senilai $ 2 miliar pada tahun 2015.

Melalui Sampoerna Strategic Group, keluarga ini juga memiliki investasi di bidang pertanian, keuangan, telekomunikasi dan kayu.

Putra bungsunya, Michael Sampoerna yang juga pemain poker profesional ikut menjalankan bisnis ini. Jumlah kekayaan diprediksi mencapai USD 1.75 Miliar atau setara dengan Rp25 Triliun.

15. Peter Sondakh

Peter Sondakh melanjutkan bisnis ayahnya yang fokus memproduksi minyak kelapa dan mengekspor kayu. Pada usia 20 tahun, ayah Peter meninggal. Ia pun harus mengambil alih bisnis untuk mencari nafkah untuk keluarga, terlebih lagi ia harus membiayai ibu serta empat orang.

Saat berusia 22 tahun, ia mendirikan perusahaan bernama PT Rajawali Corporation yang melahirkan saluran televisi pertama di Indonesia, yakni RCTI.

Melalui perusahaan ini, Peter Sondakh berbisnis properti sebagai perluasan dari bisnis yang sudah ditekuni ayahnya yang kemudian bermitra dengan Hyaat Hotel dan Novotel Sheraton sehingga menjadi hotel bintang lima.

Tidak hanya itu, ia juga memiliki saham di perusahaan taksi Ekspres Transindo Utama (Express). Jumlah kekayaan mencapai USD 1.7 Miliar atau setara dengan Rp24 Triliun.

16. Martua Sitorus

Martua Sitorus atau dikenal juga dengan Thio Seeng Haap (???) adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan perusahaan Wilmar International yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) serta produsen gula.

Wilmar juga bekerja sama dengan perusahaan AS, Kellogg untuk menjual makanan di China dan mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia yakni Whitehaven Coal Ltd.

Mulanya Martua Sitorus yang dilahirkan di Pematangsiantar, Sumatera Utara ini, berdagang udang waktu masih muda. Diperkirakan jumlah kekayaannya mencapai USD 1.69 Miliar atau setara dengan Rp23,9 Triliun.

17. Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir atau Boy Thohir adalah seorang pengusaha dan investor yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara dengan grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy.

Adaro Energy dikembangkan bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat. Di Adaro Energy, ia menduduki jabatan sebagai Presiden DirekturJumlah kekayaan diperkirakan mencapai USD 1.67 Miliar atau setara dengan Rp23 Triliun.

18. Theodore Permadi Rachmat

Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat merupakan seorang pengusaha yang memimpin Grup Astra. Awalnya perusahaan ini didirikan pamannya, yakni William Soeryadjaya.

Ia memulai kariernya sebagai sales Astra pada tahun 1968. Setelah lulus, ia menjadi karyawan ke-15. Akhirnya, pada 1972, TP dipercaya mengelola United Tractors yang merupakan anak perusahaan dari Astra, sampai tahun 2005.

Setelah itu ia mendirikan perusahaan sendiri bernama Triputra Group yang bergerak dalam bidang batu bara, karet olahan, manufaktur, perdagangan, agribisnis, hingga dealership motor serta logistik.

Bersama saudaranya, ia juga turut andil membesarkan perusahaan tambang batu bara bernama PT Adaro Energy di Kalimantan. Pada 2017, ia sukses menembus peringkat 10 besar orang terkaya di Indonesia setelah pada tahun sebelumnya hanya masuk 20 besar. Jumlah kekayaan diperkirakan mencapai USD 1.6 Miliar atau setara dengan Rp22,6 Triliun. 

19. Kuncoro Wibowo dan Keluarga

Kuncoro Wibowo adalah presiden komisaris PT Ace Hardware Indonesia, pemegang lisensi jaringan toko perangkat keras di AS. Ace Hardware Indonesia memiliki lebih dari 120 toko di negara tersebut, termasuk toko Ace terbesar di dunia. Diperkirakan jumlah kekayaannya mencapai USD 1.58 Miliar atau setara dengan Rp22 Triliun.

 Grup Kawan Lama miliknya juga memiliki PT Home Indonesia, yang bersaing dengan IKEA. Wibowo mengambil alih bisnis setelah keluarga dan, dengan bantuan dari 5 saudara, mulai mengimpor dan mendistribusikan peralatan teknis.

20. Alexander Tedja

Alexander Tedja lahir di Medan, 22 September 1945 umur 73 tahun adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia.

Ia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya dengan grup perusahaan di bawah bendera Pakuwon Group. Jumlah kekayaan diperkirakan mencapai USD 1.5 Miliar atau setara dengan Rp21 Triliun

21. Husain Djojonegoro dan Keluarga

Almarhum ayah Husain Djojonegoro, Chandra dan pamannya, Chu Sok Sam, memulai Orang Tua Group pada tahun 1948 menjual anggur herbal. Sekarang dikelola dan dimiliki oleh Husain dan dua saudara lelakinya, kelompok ini dikenal dengan produk makanan dan minumannya.

Husain dan adiknya Pudjiono mengelola Grup ABC, yang memproduksi baterai ABC, minuman energi Kratingdaeng, dan minuman kesehatan ANDA. Saudaranya Hamid mengelola kelompok barang-barang konsumennya, yang memperkenalkan merek-merek baru seperti teh rasa Vit-Amin, wafer Chizmill dan minuman herbal Jagak. Jumlah kekayaannya diprediksi mencapai USD 1.46 Miliar atau setara dengan Rp2 Triliun


TERKINI