Ilustrasi | Foto: Ist

Menkeu: Defisit Anggaran APBN Capai Rp45,8 Triliun Hingga Akhir Januari 2019

14 Maret 2019

Moneter.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa realisasi defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibanding defisit fiskal periode sama di 2018 yang sebesar Rp37,7 triliun.  

"Defisit anggaran mencapai Rp45,8 triliun, lebih besar dari tahun lalu dalam periode yang sama Rp37 triliun," kata Sri Mulyani di Jakarta.

Realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp108,1 triliun atau lima persen dari target serta belanja negara Rp153,8 triliun atau 6,3% dari pagu.

Pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp89,8 triliun atau 5% dari target, dan penerimaan negara bukan pajak Rp18,3 triliun atau 4,8% dari target.

Penerimaan perpajakan tersebut berasal dari penerimaan pajak termasuk PPh migas sebesar Rp86 triliun atau 5,5% dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp3,8 triliun atau 1,8% dari target.

Sedangkan, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp76,1 triliun atau 4,7% dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp77,7 triliun atau 9,4% dari pagu.

Belanja pemerintah pusat mencakup belanja Kementerian/Lembaga yang sudah mencapai Rp32 triliun atau 3,75 dari pagu serta belanja non Kementerian Lembaga sebesar Rp44,1 triliun atau 5,7% dari pagu.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp122,5 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp27,6 triliun.

"Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading (pendanaan APBN melalui pasar modal di awal tahun) yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi pasar yang,dan kita lihat juga ada kesempatan yang cukup menguntungkan (favorable) pada bulan Januari ini," ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, pemerintah juga mencatat neraca keseimbangan primer mencapai defisit Rp22,8 triliun, dibandingkan pada periode sama di 2018 yang sebesar Rp14,2 triliun. (Ant)


TERKINI