Mbak Tutut saat berkunjung ke Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/04).

Mbak Tutut: FPI Luar Biasa dan Tidak Brutal

10 April 2019

Moneter.id - Putri sulung almarhum Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) mengatakan Front Pembela Islam (FPI) berperan mengamankan bangsa.

"Saat 212 tidak ada kekacauan. Semuanya rapi dan bersih," kata Mbak Tutut saat berkunjung ke Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/04).

“Itulah yang membuat saya yakin FPI luar biasa dan tidak brutal," ucapnya lagi.

Tahun 2004, lanjut Mbak Tutut, FPI juga memperlihatkan peran serta luar biasa besar saat terjadinya bencana tsunami di Aceh. FPI membantu aparat TNI dan membantu sesama warga Indonesia.

"Kita harus menghormati apa yang dilakukan FPI, " ujar Mbak Tutut.

Mbak Tutut juga memuji peranan FPI yang luar biasa. Apa yang dilakukan FPI berada di jalan Allah. FPI, lanjutnya, berani dan bertanggung jawab atas peran-peran yang dilakukannya di masyarakat.

Mbak Tutut juga mengingatkan agar FPI jangan sampai ditunggangi orang-orang yang bertujuan merusak nama baik organisasi, dan berharap dalam doa semoga Imam Besar FPI,  Habib Rizieq Shihab, segera kembali ke tanah air setelah terjadi perubahan yang akan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Kepada para santri Mbak Tutut berpesan untuk menjadi generasi penerus yang berguna. Ia juga mengingatkan peran pesantren yang sangat membantu pemerintah membangun sumber daya manusia.

"Pemerintah tak akan mampu  menangani pendidikan seluruh rakyat sendirian, peranan pesantren sangat membantu, " katanya.

Sementara itu, Mamiek Soeharto, mengatakan bersyukur bisa ke Markaz Syariah dan bersama FPI berjuang di jalan Allah. "Kami terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan rakyat, " katanya.

"Kami ingin Indonesia kembali makmur berdaulat dan disegani bangsa lain." ujar Mamiek mengakhiri.


TERKINI