Konferensi pers Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Collaboration Center di Jakarta, Kamis (11/04/2019) | Foto: Moneter.id

Jika Prabowo-Sandi Pimpin Indonesia, RSI Bakal Kembangan Usaha Tani Padi Organik

11 April 2019

Moneter.id - Seiring dengan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat dunia terhadap tingkat kesehatan memicu permintaan makanan berbahan baku organik semakin meningkat. Konsumen di sejumlah negara maju seperti Amerika dan Inggris mulai beralih membeli produk-produk organik sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan pribadi dan anggota keluarganya.

“Para pelaku bisnis beras organik eksportir dan petani sepakat prospek beras organik sangat bagus. Pemain masih sedikit, sedangkan konsumsi beras organik terus meningkat,” kata Dewan Pakar Bidang Pangan, Ekonomi dan Pertanian, Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Haris F. Harahap di Jakarta, Kamis (11/04).

Berdasarkan survei FiBL dan IFOAM- Organiks Internasional beberapa negara yang menjadi pasar terbesar adalah Amerika Serikat (39 Milyar Euro), Jerman (9,5 Milyar Euro), Francis (6,7 Milyar Euro), dan China (5,9 Miyar Euro).

“Hasil survei ini juga menyampaikan pasar tumbuh rata-rata 20 persen pada tahun 2016,” katanya.

Disisi lain, lanjut Haris, pasar makanan organik dalam negeri juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, berdasarkan data Organik Trade Association ukuran total pasar untuk makanan dan minuman kemasan organik di Indonesia pada tahun 2017 adalah US $ 13,5 juta, menjadikannya pasar ke-44 terbesar di dunia berdasarkan nilai.

“Fenomena ini menggambarkan bahwa pengembangan pertanian organik khususnya beras organik di Indonesia masih sangat besar,” paparnya.

Luas lahan usaha tani beras organik tahun 2015 di Indonesia berdasarkan Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) tahun 2016 terdiri dari lahan beras organik 1.753,7 ha, lahan beras dan sayuran organik 293,9 ha, dan lahan organik hasil konversi lahan sawah konvensional 5,9 ha.Totaljumlah produsen adalah 17.468 (termasuk petani kecil dan perusahaan serta prosesor), naik 56% dari tahun 2014 (11.189).

Di lain sisi, sejak 1990-an, laju peningkatan produksi padi tidak lagi seimbang dengan laju penggunaan pupuk dengan rasio 1:10. “Hingga kini, ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dalam usaha tani padi sangat tinggi, sehingga penggunaannya seringkali berlebihan,” ucapnya.

Hal ini terkait dengan respon tanaman terhadap penggunaan pupuk anorganik sangat cepat, nyata, dan didorong oleh adanya kebijakan pupuk murah melalui subsidi, terutama urea dampaknya saat ini terjadi penurunan produktivitas lahan sawah.

Haris menjelaskan, masalah penurunan daya dukung lahan sawah ini berdampak pada tingkat kesejahtraan petani padi nasional. Salah satu usaha untuk menghambat degradasi daya dukung lahan, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik, dan menghindari pencemaran lingkungan adalah dengan mengharuskan penggunaan pupuk organik dalam proses budidaya di lahan sawah produktif.

“Apabila Prabowo-Sandi inshaAllah terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilu mendatang, RSI akan mendorong pemerintahan untuk membuat program usaha tani padi atau beras organik melalui program pengembangan model usaha tani padi organik nasioanal, pengembangan teknologi pembuatan pupuk organik yang efisien dan efektif, dan kembali menerapkan pupuk organik bersubsidi nasional,” tungkasnya.

“Melalui pengembangan usaha tani padi organik dan penggunaan pupuk organik pada lahan-lahan produktif sawah maka akan terbuka lapangan pekerjaan sektor pertanian, terjadi peningkatan nilai tambah produk beras dan peningkatan pendapatan petani padi nasional,” tutup Haris.


TERKINI