Logo PT Saratoga Investama Sedaya Tbk

Saham Perusahaan Sandiaga Uno Turun 8 Persen di Level Rp 3.530/Saham

18 April 2019

Moneter.id - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatat penurunan harga saham setelah pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang digelar, Rabu (17/04/2019). Harga saham perusahaan milik Sandiaga Uno ini langsung melorot 8,07% usai rilis hasil hitung cepat (quick count) dari beberapa lembaga survei yang memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin atas pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Pada perdagangan Kamis (18/4/2019), pukul 10.18 WIB,  saham SRTG anjlok 8,07% di level Rp 3.530/saham dengan nilai transaksi Rp 217,83 juta dengan volume relatif rendah 62.200 saham.

Dalam sepekan ini, saham SRTG minus hingga 8,31%, dan secara tahun berjalan (year to date) saham Saratoga minus 7,11%.

Namun saham perusahaan yang dimiliki Sandiaga Uno sebesar 22,62% ini masih bisa memberikan gain kepada investor dalam periode 3 tahun terakhir yakni 3,82% dengan kapitalisasi pasar Rp 9,58 triliun.

Asing sudah keluar hari ini di SRTG mencapai Rp 60 juta, sementara sepekan asing net sell mencapai Rp 355 juta.

Sandiaga untuk turut berpartisipasi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 setelah digandeng Prabowo Subianto. Keduanya menjadi pasangan capres-cawapres 2019 nomor urut 02.

Seperti diketahui, beberapa kali Sandiaga melakukan divestasi sahamnya di Saratoga. Terakhir ia menjual 19 juta saham SRTG atau setara dengan 0,7004% pada awal April lalu. Dari penjualan kali ini Sandi mengantongi dana senilai Rp 71,72 miliar.

Jika diakumulasikan sejak Oktober tahun lalu, Sandi sudah memperoleh dana senilai Rp 633,45 miliar dari divestasi bertahap ini.

Transaksi ini dilakukan selama 4 hari berturut turut sejak 8 April lalu. Pada Senin (8/4), dijual sebanyak 5 juta saham, hari berikutnya dilepas sebanyak 2 juta saham.

Sehari kemudian pada 10 April dilepas sebanyak 7 juta saham dan pada Jumat 12 April ini kembali dilakukan penjualan sebanyak 5 juta saham. Transaksi dilakukan di harga Rp 3.775/saham, sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBCIndonesia)


TERKINI