World Trade Organization (WTO) | Foto: Ist

Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

17 Mei 2019

Moneter.id - Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri menyatakan, Pemerintah Indonesia terus menekankan pentingnya untuk menjamin hak-hak dan kepentingan negara berkembang dalam agenda reformasi organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO).

Secara umum, PITM yang digagas India ini membahas perkembangan reformasi WTO dalam dimensi pembangunan dan kepentingan negara berkembang.

Bahasan difokuskan pada mekanisme penyelesaian sengketa perdagangan, transparansi kebijakan perdagangan, dan berbagai isu perdagangan yang menjadi bagian dari reformasi WTO,” yang ucap Kasan bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam Pertemuan Informal Tingkat Menteri (PITM) yang berlangsung pada 13—14 Mei 2019 di New Delhi, India diketerangan resminya, Jumat (17/05/2019).

Ia menjelaskan, para menteri perdagangan anggota WTO dari negara berkembang hadir pada pertemuan ini untuk membahas agar perundingan reformasi WTO dapat berjalan dengan seimbang dan tidak merugikan negara berkembang.

Pertemuan ini menyepakati pandangan yang sama bahwa elemen-elemen reformasi harus tetap menjamin hak-hak negara berkembang,” ujar Kasan.

Kasan menjelaskan, hak-hak tersebut terutama terkait pemberian ruang dalam menyusun kebijakan nasional guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan dalam perdagangan internasional.

“Negara berkembang harus menyelaraskan suara dalam menghadapi agenda reformasi WTO yang belakangan ini semakin intensif dibahas,” paparnya.

Adapun pembahasan reformasi WTO mulai mengemuka sejak awal pemerintahan Presiden Donald Trump yang menginginkan pengurangan defisit neraca perdagangan Amerika Serikat dengan negara mitra dagangnya.

“Secara khusus, Indonesia juga menekankan pentingnya segera menyelesaikan hal-hal yang belum terselesaikan dari perundingan putaran Doha yang mayoritas juga merupakan isu-isu kepentingan negara berkembang,” lanjut Kasan.

Selain India dan Indonesia, negara-negara yang hadir pada pertemuan ini yaitu Brasil, Afrika Selatan, China, Malaysia, Argentina, Jamaika, Benin, Turki, Arab Saudi, Bangladesh, Barbados, Republik Afrika Tengah, Mesir, Guatemala, Kazakstan, Kenya, Malawi, Nigeria, dan Oman.


TERKINI