Arus balik Lebaran 2019 | Foto: Ist

Uang Masuk Daerah Diperkirakan Capai Rp9,7 Triliun Selama Idul Fitri 2019

09 Juni 2019

Moneter.id - Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 14,9 juta. Khusus dari DKI Jakarta jumlah pemudik diperkirakan mencapai 7.346.430 jiwa, atau naik 4 % dari jumlah pemudik tahun 2018 sebesar 7.063.875 jiwa atau setara dengan 2.448.810 keluarga.

"Jika kita rata-ratakan pemudik membawa uang paling minim Rp4 juta maka uang yang mengalir ke daerah di Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai Rp9,7 triliun," ujar Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, Sabtu (8/06).

Uang tersebut mayoritas akan beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur dan sebagian di Sumatra (Lampung, Sumatra Barat, Sumatra Selatan) dan sisanya daerah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

“Dana tersebut diatas belum termasuk remintasi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang berjumlah hampir 9 juta orang,” ucapnya.

Sementara menurut data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, momentum perayaan Idul Fitri diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2019 karena hampir 60% bersumber dari konsumsi masyarakat.

Konsumsi masyarakat di daerah akan banyak berputar di sektor pariwisata, oleh-oleh khas daerah, aneka produk UKM seperti kuliner dan kerajinan daerah, batik dan uang saku untuk keluarga yang ditinggalkan.

Masa liburan Idul Fitri tahun ini yang mencapai 11 hari sangat mendukung perputaran uang di daerah karena para pemudik lebih leluasa untuk mengatur jadwal wisata di daerah masing masing dan membelanjakan uang yang dibawa yang bersumber dari gaji, THR, bonus dan tabungan selama setahun.

"Namun karena habis Idul Fitri langsung memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya masuk sekolah maka terbuka kemungkinan para pemudik agak sedikit ngerem dan selektif dalam membelanjakan uangnya," ujar Sarman.

Sarman juga melansir data dari Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan untuk memenuhi perputaran uang selama Idul Fitri tahun ini, menyediakan dana tunai Rp217,1 triliun, atau naik 13,5% dari tahun 2018 sebesar Rp191,2 triliun, dimana perputaran uang tunai tersebut dominan terpusat di Pulau Jawa.


TERKINI