Ilustrasi | Foto: Ist

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Masih Stabil di Kuartal I/2019

09 Juni 2019

Moneter.id - The Conference Board® GlobalConsumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen, baru-baru ini merilis hasil studinya yang menunjukkan bahwa meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal IV/2018, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia relatif stabil di angka 125 pada kuartal I/2019. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan keempat negara teroptimistis di dunia.

IKK dipengaruhi oleh tiga indikator, yaitu optimisme konsumen mengenai (1) Prospek Lapangan Kerja Lokal, (2) Keadaan Keuangan Pribadi, dan (3) Keinginan untuk Berbelanja; semua dalam 12 bulan ke depan,” tulis siaran pers Nielsen belum lama ini.

Untuk Indonesia, dua indikator mengalami peningkatan pada kuartal ini. Optimisme akan Prospek Lapangan Kerja Lokal meningkat dari 68% di kuartal IV/2018 menjadi 72% di kuartal I/2019. 83% konsumen memiliki persepsi positif mengenai Kondisi Keuangan Pribadi mereka, meningkat dari 79% di kuartal sebelumnya.

Sementara itu di kuartal I/2019 ini hanya lebih dari setengah (56%) konsumen yang menyatakan bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah Waktu yang Baik untuk Berbelanja Barang-barang yang Mereka Inginkan dan Butuhkan. Indikator terakhir ini menurun dari 63% di kuartal IV/2018.

Secara global, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) stabil dengan hanya mengalami satu poin penurunan dari 107 pada kuartal IV/2018 menjadi 106 pada kuartal I/2019. Konsumen cenderung mempertahankan belanja, namun lebih hati-hati di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Menurut The Conference Board® Global Consumer Confidence™ Survey, in collaboration with Nielsen, 10 negara teroptimistis pada kuartal pertama 2019 adalah Filipina (133), India (132), Vietnam (129), Indonesia (125), Denmark (119), Malaysia (115), China (115), Uni Emirat Arab (113), Arab Saudi (112), Thailand (111).

Sentimen positif konsumen Indonesia akan stabilitas ekonomi membaik secara signifikan, dimana pada kuartal I/2019 hanya 51% konsumen online Indonesia yang berpendapat bahwa negara sedang berada dalam keadaan resesi ekonomi. Sebelumnya di kuartal IV/2018 terdapat 57% konsumen yang berpendapat bahwa negara sedang mengalami resesi ekonomi, dan 61% di kuartal III/2018.

Menabung dan berinvestasi masih menjadi pilihan utama konsumen dalam mengalokasikan sisa dana mereka setelah memenuhi kebutuhan hidup yang utama. Di kuartal I/2019, 66% konsumen memilih untuk mengalokasikan dana cadangan mereka untuk Menabung, 47% memilih untuk menggunakannya untuk Berlibur, dan 44% memilih untuk Berinvestasi di Saham atau Reksadana.

Terkait penghematan pengeluaran rumah tangga, 43% konsumen memilih untuk mengurangi belanja baju baru serta menunda mengganti perangkat teknologi baru seperti PC, mobile dan lainnya. Sementara itu 41% memilih mengurangi hiburan di luar rumah.

Di kuartal I/2019, 34% konsumen menyatakan kekhawatiran mereka akan akan Stabilitas Politik, meningkat jauh dari 24% pada kuartal IV/2019. Kekhawatiran akan Keadaan Ekonomi menjadi kekhawatiran terbesar berikutnya bagi 31% konsumen Indonesia.

“Meningkatnya kekhawatiran konsumen akan stabilitas politik di kuartal pertama tahun ini sepertinya juga mempengaruhi keinginan konsumen untuk berbelanja, kata Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia.

“Menjelang Pemilu, konsumen mengantisipasi situasi salah satunya dengan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, tambahnya.

Sementara itu, 17% konsumen Indonesia menyatakan kekhawatiran akan Toleransi Antar Umat Beragama, 16% merasa khawatir mengenai Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan (16%); dan 12% merasa khawatir mengenai Kriminalitas (12%) yang baru muncul pada kuartal awal 2019 ini.




TERKINI