Produk Coca Cola

Coca-Cola Indonesia Bakal Kurangi Penggunaan Material Plastik Hingga 30 Persen

14 Juni 2019

Moneter.id - Coca-Cola Indonesia berupaya mengurangi penggunaan material plastik sampai sekitar 25-30% dalam kemasan produknya sebagai langkah pengurangan limbah plastik.

"Kami mencoba kurangi penggunaan materi plastik," kata Triyono Prijosoesilo Public Affairs and Communication Director Coca-Cola Indonesia di Jakarta, Kamis (13/06).

Trijono mencontohkan pengurangan material plastik itu mencakup di seluruh produk. Salah satunya, produk air minum dalam kemasan Ades yang juga diproduksi Coca-Cola beratnya hanya berkisar 10 gram dengan pengurangan material plastik itu.

"Sementara di pasaran (produk sejenis) bisa 15-17 gram. Artinya, sudah sangat ringan. Di packaging produk lain pun seperti itu," katanya.

Dengan semakin berkurangnya material plastik dalam kemasan produk, kata dia, sampah plastik yang dihasilkan masyarakat dari konsumsi produk itu juga berkurang.

Kedua, Trijono mengatakan Coca-Cola Indonesia juga berupaya mendorong sistem pengumpulan dan daur ulang sampah secara lebih masif.

"Kami ada target (pada) 2030 ingin meng-collect' dan me-recycle sejumlah sama dengan apa yang kami produksi. Kami akan pelajari kondisi di Indonesia seperti apa, strategi ke depan seperti apa," jelasnya.

Coca-Cola Indonesia juga memastikan akan menerapkan konsep circular economy dengan membuat seluruh kemasan dapat didaur ulang pada 2025.

Seperti diketahui, Coca-Cola Indonesia memproduksi berbagai merek minuman, seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, Diet Coke, Frestea, Minute Maid, Aquarius, hingga Ades.


TERKINI