Ilustrasi | Foto: Ist

TPSA Project Sukses Dorong Pelaku UKM Indonesia Ekspor ke Kanada dan Amerika Utara

04 Juli 2019

Moneter.id - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyampaikan bahwa sinergi Kementerian Perdagangan dan Global Affairs Canada (GAC) dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project Kanada selama periode 2015-2019 sukses hasilkan capaian yang berdampak positif..

“Selama periode tersebut, Kemendag dan TPSA Project mampu melaksanakan 80 aktivitas yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha Indonesia dan peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada dan negara lainnya. Kami sangat mengapresiasi proses kerja sama TPSA Project yang secara keseluruhan telah terlaksana dengan baik,” ujar Arlinda, Rabu (3/07).

Melalui kerja sama TPSA Project telah dilakukan pembinaan terhadap 15 usaha kecil menengah (UKM) untuk 3 komoditas, yakni pakaian jadi, alas kaki, dan kopi, untuk bisa ekspor ke pasar Kanada dan Amerika Utara. Kerja sama TPSA Project berhasil membukukan peningkatan ekspor sebesar USD 4,8 juta pada periode 2015-2019. Nilai tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan negosiasi bisnis yang masih berjalan pada tiga sektor tersebut.

“Melalui pembinaan yang intensif, para UKM binaan TPSA Project berhasil masuk ke pasar Kanada dan meningkatkan ekspornya. Dengan adanya peningkatan ekspor ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada ke depannya,” lanjut Arlinda.

Kerja sama TPSA Project juga memberikan program peningkatan kapasitas pengetahuan kepada asosiasi pelaku usaha dan instansi terkait. Kepada pelaku usaha terpilih, dilakukan pembinaan dan pengembangan pengetahuan dengan memerhatikan tiga aspek utama dalam menjalankan usaha, yaitu aspek gender, aspek lingkungan, dan aspek keberlanjutan.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN, Marolop Nainggolan menyatakan, “Kemendag dan GAC melakukan sinergi mendukung pelaku usaha dalam negeri, terutama yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan untuk didukung ekspor ke Kanada dan dunia,” ujarnya.

Sementara, Field Director TPSA Project Gregory Elms terkait dengan ketiga aspek tersebut. “Pemerintah Kanada saat ini sangat fokus pada aspek keadilan gender dalam dunia usaha dan iklim usaha yang berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan TPSA Project ini merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi kedua negara sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada pelaku usaha di Indonesia,” ujarnya.

Pada pertemuan Final Project Conference dan Project Steering Committee TPSA tersebut, disampaikan juga testimoni dari asosasi dan pelaku usaha yang telah menerima manfaat pelaksanaan TPSA Project.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TPSA Project yang akan berakhir pada 2019 ini telah memberikan manfaat kepada 43 instansi kementerian/lembaga, 500 asosiasi pelaku usaha, dan 20 universitas/lembaga riset sejak dimulai pada 2015.

TPSA Project adalah proyek yang didanai Pemerintah Kanada melalui GAC yang dilaksanakan the Conference Board of Canada selama lima tahun.

Tujuan proyek ini yaitu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui intensifikasi perdagangan dan investasi dengan mendorong perdagangan antara Indonesia dan Kanada. Selain itu, juga untuk meningkatkan peluang dan kemitraan investasi dan perdagangan yang berkelanjutan untuk kedua negara.


TERKINI