Foto: Ist

Saham DIRE Simas Plaza Indonesia Capai Rp10,4 triliun

08 Juli 2019

Moneter.id - Sinarmas Asset Management menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari saham DIRE Simas Plaza Indonesia mencapai Rp10,4 triliun selama masa penawaran umum di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Investor yang masuk terdiri dari investor institusional dan ritel baik dari dalam maupun dari luar negeri,” kata Associate Director Sinarmas Asset Management Al Iskandar Pringgodigdo akhir pekan lalu.

Al Iskandar menjelaskan, perusahaan properti asal Jepang bernama Hankyu Hanshin Properties Corp. memegang porsi paling besar yaitu 19,9% dari seluruh total dana yang dihimpun. Sementara itu, dalam komposisi, institusi asing mengambil porsi sebanyak 20%-25%. Secara keseluruhan, porsi investor institusi sebanyak 90% dan sisanya dari investor ritel.

”Skema ada dua, inbreng dan dana cash. Real cash yang masuk ada sekitar Rp4 triliun dari total yang dikumpulkan dari penawaran umum Rp10,4 triliun,” katanya.

Pada tahap awal, DIRE Simas Plaza Indonesia melakukan investasi melalui PT Plaza Indonesia Investama dengan membeli 95,3% saham milik PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN) dan membeli 100% saham PT Sarana Mitra Investama (SMI).

Adapun, PLIN merupakan pemilik dan penguasa Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza Office Tower, dan Hotel Grand Hyatt Jakarta. Sementara itu, PT Sarana Mitra Investama merupakan pemilik saham PT PLaza Lifestyle Prima yang mengelola fX Sudirman.

“Alasan pemilihan untuk berinvestasi di aset tersebut karena aset properti milik PLIN dan SMI sudah ikonik, diversifikasi penyewa dan kualitasnya tinggi, terpapar pada populasi kelas menengah dan atas, pengemblian hasil investasi yang menarik, adanya diversifikasi portofolio, serta rekam jejak tim manajemen yang berpengalaman,” tambah Al Iskandar.

Ia menjelaskan, DIRE Simas Plaza Indonesia bakal membagikan dividen sebanyak 2 kali dalam setahun dengan return sekitar 6%-8% per tahun.

“Return-nya kami masib hitung karena tergantung hasil sewa di mal, gedung perkantoran, dan hotel. Kami perkirakan 6%-8% per tahun,” tungkasnya.

Informasi saja, DIRE merupakan konsep investasi yang mana manajer investasi mengumpulkan dana dari investor untuk mengakuisisi aset properti komersial yang menjadi portofolio dari DIRE tersebut. Investor lantas memiliki unit penyertaan berdasarkan besaran investasinya yang mewakili kepemilikannya atas properti tersebut.

Dengan kepemilikan unit penyertaan, investor berhak untuk menikmati keuntungan dari hasil operasi atau penyewaan unit properti tersebut yang diberikan dalam bentuk dividen yield tetap per tahun yang akan dibayarkan per tiga bulan.


TERKINI