Foto: Jasa Marga

Penjelasan Jasa Marga Terkait Sistem Aplikasi FLO dan LinkAja Sebagai Alat Pembayaran di Jalan Tol

10 Juli 2019

Moneter.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) memberikan pemahaman terkait Sistem Aplikasi FLO dan LinkAja sebagai salah satu alat pembayaran di jalan tol.

Direktur Utama PT JMTO, Septerianto Sanaf, mengatakan PT JMTO menginisiasi dan mengembangkan sistem transaksi Single Lane Free Flow (SLFF) di jalan tol yang diberi nama FLO.

“Dengan mengunduh mobile application FLO di smartphone, lalu mengkoneksikannya dengan Sticker FLO maka pengguna jalan tidak perlu lagi berhenti untuk tapping uang elektronik saat melewati gerbang tol. Untuk lebih memudahkan pengguna jalan, dalam waktu dekat menu pembelian VE FLO juga akan tersedia ada di mobile application LinkAja, ” jelasnya.

FLO merupakan Sistem Pembayaran Tol Prabayar berbasis Mobile Application dan Sticker, yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), serta menggunakan source of fund berbasis Voucher Elektronik (VE).

Sementara itu, katanya, peran LinkAja dalam mekanisme kerjasama antara PT JMTO dan LinkAja adalah sebagai sumber dana untuk pembelian Voucher Elektronik (VE) FLO yang dapat digunakan untuk pembayaran tarif tol melalui aplikasi FLO, bukan sebagai alat pembayaran langsung yang dapat digunakan oleh pengguna jalan.

“Nantinya, untuk pengguna LinkAja yang sudah melakukan pembelian voucher elektronik FLO melalui mobile application LinkAja, akan dapat melewati atau mengakses Gardu Tol khusus di Jalan Tol Jasa Marga, dengan menggunakan aplikasi dan sticker FLO di kendaraan yang kami kembangkan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, saat Ini SLFF dengan Aplikasi FLO masih dalam tahap uji coba terbatas. “Walaupun hingga saat ini jumlah Gardu Tol khusus pengguna Aplikasi & Sticker FLO telah mencapai 20 gardu yang tersebar di Jabotabek, FLO belum dijual untuk masyarakat umum,” ucapnya.

Menurutnya, PT JMTO masih melakukan uji coba terbatas dengan mengedepankan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diantaranya melalui kerjasama dengan armada operasional Garuda Indonesia dan bus-bus milik DAMRI.

“Kami harap uji coba terbatas untuk memastikan kesiapan teknologi dan produk dapat berjalan lancar, sehingga di akhir tahun 2019 dapat dijual kepada masyarakat dengan target 200 Gardu Tol khusus dapat melayani pengguna FLO,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan yang dimaksud pembayaran tanpa henti adalah dengan menggunakan Aplikasi dan Sticker FLO, maka pengguna jalan tidak perlu berhenti untuk tapping uang elektronik.

“Ini beda hal dengan tidak perlu mengerem sama sekali. Pengguna FLO tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki Gerbang Tol. Demi keamanan pengguna jalan, kecepatan yang kami sarankan adalah 30Km/jam,” tegasnya.


TERKINI