Foto: Ist

Guna Biayai Proyek Pembangkit Listrik 35 Ribu MW, PLN Terbitkan Surat Utang US$1,4 Miliar

16 Juli 2019

Moneter.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang atau global bond pertama di tahun 2019 ini dengan nilai pokok sebesar US$1,4 miliar. Aksi ini guna mendanai pengembangan dan operasional proyek pembangkit listrik 35 ribu MW.

Hasil dari surat utang tersebut akan digunakan PLN untuk pengerjaan proyek pembangkit listrik 35 ribu MW,” kata Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto di Jakarta, Senin (15/7).

Sarwono mengatakan, surat utang tersebut diterbitkan dalam dua tenor, yakni 10 tahun dan 30 tahun dengan nilai pokok masing-masing US$700 juta.

“Untuk bunga, surat utang bertenor 10 tahun mempunyai bunga 3,875% per tahun dan surat utang bertenor 30 tahun mempunyai bunga 4,875% per tahun,” ucapnya.

Menurutnya, dengan penerbitan obligasi tersebut, diharapkan bisa membantu pendanaan atas penugasan perseroan untuk membangun tambahan kapasitas pembangkit, transmisi dan distribusi dalam kaitannya dengan program 35.000 MW.

Ia meyakini PLN mampu meyakinkan investor potensial melalui rangkaian roadshow ke mancanegara, seperti Hongkong, Singapura Inggris, dan Amerika. Asal tahu saja, untuk global bond kali ini, PLN telah oversubscrieb lebih dari 4,42 kali.

"PLN berhasil memanfaatkan momentum pasar sehingga global bond PLN kali ini tidak hanya mengalami kelebihan permintaan, tetapi juga mendapatkan tingkat bunga yang sangat kompetitif," ujarnya.

Pada kuartal I/2019, PLN berhasil mencetak laba bersih Rp4,2 triliun. Pencapaian ini hasil dari berbagai upaya perseroan, seperti pertumbuhan penjualan, peningkatan kinerja operasi dan keuangan, serta efisiensi operasi. Pencapaian di kuartal pertama ini merupakan realisasi kinerja yang lebih baik dibanding kuartal I/2018. Hal ini tercermin dari penjualan tenaga listrik yang meningkat Rp3,8 triliun atau 6,11%.

Peningkatan ini ditopang pertumbuhan pelanggan yang naik 3,8 juta pelanggan dengan daya terjual sebesar 3,04 Terra Watt hour (TWh) dari periode yang sama tahun lalu (yoy). Kenaikan konsumsi listrik ini didominasi oleh pertumbuhan pelanggan sektor bisnis sebesar 6,76% atau 10.613 GWh (Giga Watt Hour).

Selain pertumbuhan penjualan dan pelanggan, PLN juga berhasil meningkatkan kinerja operasi melalui penurunan biaya sewa pembangkit. Dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) khususnya di daerah Sumatra dan Kalimantan, PLN berhasil menghemat Rp667 miliar dari efisiensi biaya sewa pembangkit.


TERKINI