Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

Menkeu: Pemerintah Alokasikan Rp492,5 Triliun Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan SDM

23 Juli 2019

Moneter.id - Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp492,5 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pendidikan.

"Dari sisi kebijakan APBN, 20% yang mencapai lebih dari Rp492,5 triliun tahun ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM yang bermutu," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (23/7).

Menkeu menilai perlu ada partisipasi dari dunia usaha dalam meningkatkan sumber daya manusia.

"Oleh karena itu, kami kemarin gunakan insentif fiskal atau memberikan insentif pengurangan pajak hingga 200-300% untuk pendidikan vokasi serta dalam rangka untuk penelitian dan inovasi," katanya.

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan APBN dan kebijakan fiskal termasuk untuk menyelesaikan berbagai isu di dunia pendidikan.

Untuk membantu meningkatkan akses para siswa yang kurang mampu ke layanan pendidikan dasar yang bermutu, lanjut dia, pemerintah menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Tahun ini, kata Sri Mulyani, PIP diberikan kepada 20,1 juta siswa penerima bantuan atau lebih banyak dibanding penerima bantuan PIP 2018 yang mencapai 19,6 juta siswa, sedangkan di sisi lain jumlah siswa penerima BOS meningkat tajam hingga mencapai hampir 60 juta siswa di 2018.

"Anggaran pendidikan terus meningkat setiap tahun dan telah naik signifikan dibanding 5 tahun lalu, yaitu dari Rp353,4 triliun di 2014 menjadi Rp492,5 triliun di 2019, atau naik sebesar 39,4 persen," ujarnya.

Lebih jauh, Menkeu menjelaskan, Pemerintah juga terus berusaha memperbaiki kualitas sarana pendidikan untuk para peserta didik dan pada APBN 2019. “Pemerintah menargetkan penambahan dan perbaikan infrastruktur pendidikan berupa penambahan 56.944 ruang kelas, pembangunan 8.314 sekolah baru, serta rehabilitasi 48.630 sekolah," kata Menkeu.


TERKINI