Ilustrasi pabrik kertas di Indonesia | Foto: Ist

Kertas Indonesia Kerap Hadapi Tantangan di Negara Tujuan Ekspor

23 Juli 2019

Moneter.id - Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Pradnyawati mengungkapkan, ekspor produk kertas Indonesia kerap menghadapi berbagai tantangan di negara-negara tujuan ekspor, di antaranya Amerika Serikat, Pakistan, Australia, dan India.

“Harga dan kualitas kertas kita yang cukup kompetitif dinilai berpotensi mengganggu keberlangsungan industri kertas dalam negeri negara tujuan ekspor yang memproduksi produk serupa. Namun, berita baik dari Korea Selatan ini diharapkan dapat memicu ekportir kertas Indonesia untuk kembali berkompetisi dan terus mengembangkan ekspornya,” ujar Pradnyawati.

Seperti diketahui, Otoritas Korea Trade Commission (KTC) pada Kamis (18/7) mengumumkan berdasarkan hasil penyelidikan atas produk kertas yang tidak dilapisi (uncoated paper) asal Indonesia, China, dan Brasil terbebas dari bea masuk anti-dumping (BMAD) ke Korea Selatan.

Produk asal tiga negara tersebut menunjukkan tidak terjadi kerugian material terhadap industri domestik Korea Selatan akibat dumping impor produk kertas. 

Baca juga: Produk Kertas Indonesia Bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping Korsel

Saat ini, Pemerintah Indonesia juga sedang memonitor hasil akhir keputusan panelis Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO DS 529 dalam sengketa yang dilayangkan Indonesia terhadap Australia terkait penerapan BMAD untuk produk kertas fotokopi A4.

Proses penyelesaian sengketa ini sudah berjalan sejak September 2017 dan telah memasuki tahap akhir.  “Kami optimistis gugatan-gugatan Indonesia dapat dimenangkan para panelis dan dapat membuka kembali akses pasar produk kertas Indonesia di Australia. Tidak hanya itu, kemenangan atas sengketa ini juga sangat penting, mengingat dampak sistemisnya terhadap tuduhan dumping dari negara lain supaya dapat diminimalisasi ke depannya,” tegas Pradnyawati.


TERKINI