Screenshot web harumenergy.com

'Hanya' Kantongi USD139,77 Juta, Pendapatan Harum Energy Turun 8,72 Persen di Semester I/2019

05 Agustus 2019

Moneter.id - PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan pendapatan senilai US$ 139,77 juta di semester I/2019. Pendapatan ini turun 8,72% secara tahunan dari US$153,13 juta pada semester I/2018.

Perseroan mengungkapkan, pendapatan itu bersumber dari penjualan batu bara ke pasar ekspor US$132,72 juta, pendapatan sewa alat berat US$3,53 juta, pendapatan sewa jalan pengangkutan US$2,78 juta, dan pendapatan sewa time and freight charter US$729.951.

Pada 6 bulan pertama tahun ini, emiten pertambangan ini menjaga beban pokok pendapatan dan beban langsung di level US$102 juta. Namun, beban umum dan administrasi naik 9,94% secara tahunan menjadi US$10,96 juta.

Alhasil, laba periode berjalan yang dikantongi Harum Energy mencapai US$14,19 juta pada semester I/2019, turun 34,87% secara tahunan dari US$21,79 juta.

Adapun, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut 26,17% year-on-year dari US$17,16 juta menjadi US$12,67 juta.

“Penyebab utama tergerusnya laba bersih perseroan pada semester I/2019 yakni penurunan harga batu bara,” kata Direktur Utama Harum Energy, Ray Antonio Gunara.

Menurutnya, rerata harga jual turun 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di sisi operasional, Harum Energy mengklaim realisasi produksi batu bara sampai dengan semester I/2019 masih sesuai target perseroan.

Kemudian untuk mengenjot pertumbuhan penjualan, perseroan tengah menjajaki penjualan batu bara di pasar ekspor, seperti India, Bangladesh, China, Korea Selatan, Taiwan serta Thailand.

Ray mengakui, ada beberapa tantangan pada semester II/2019, misalnya saja harga batubara yang terus menurun serta pengendalian biaya produksi. Oleh karena itu, perseroan terus mempertahankan efisiensi produksi dan biaya operasional.

Target produksi batu bara yang dibidik perseroan pada 2019 sekitar 4,5 juta ton hingga 5,0 juta ton dan saat ini, jumlah cadangan batubara HRUM tercatat sekitar 64 juta ton.

Pada 2019, HRUM membidik pendapatan sebesar US$ 300 juta hingga US$ 350 juta. Sementara mengenai belanja modal, pada tahun ini mereka memyiapkan belanja modal sebesar US$ 8 juta yang berasal dari kas internal.


TERKINI