Ilustrasi | Foto: Ist

Kerugian Industri Petrokimia Capai Rp375 Miliar Akibat Listrik Padam

05 Agustus 2019

Moneter.id - Akibat pemadaman listrik secara massal yang melanda area Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat yang terjadi sejak Minggu (4/8), total kerugian industri petrokimia mencapai 25 juta dolar AS atau setara Rp375 miliar.

“Kami terpaksa emergency shut down semua. Untuk seluruh industri petrokimia di Banten dan Jawa Barat terkena semua tanpa terkecuali,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono di Jakarta, Senin (5/8).

Jelas Fajar, prosedur pematian mesin secara tiba-tiba harus dilakukan saat aliran listrik terputus, demi keamanan. “Prosedur selesai dilakukan hingga pukul 03.00 pagi, kemudian sekarang sedang proses cleaning. Setelah selesai, baru butuh tiga hari untuk start up kembali,” tandas Fajar.

Industri petrokimia juga harus mendatangkan sumber daya manusia khusus untuk melakukan pembersihan hingga kembali menghidupkan mesin. “Kami buang adonan setengah matang, cleaning, man power kami datangi lagi, itu banyak makan waktu,” ungkapnya.

Menurut Fajar, pasokan listrik untuk kebutuhan industri petrokimia mutlak dibutuhkan karena tidak dapat dicadangkan, mengingat besarnya aliran listrik yang digunakan. “Hingga Agustus 2019, industri petrokimia telah mengalami pemadaman mesin mendadak sebanyak enam kali akibat gangguan listrik,” tambahnya.

Pada 2018, kata Fajar, hal tersebut dilakukan sebanyak dua kali. Sementara pada 2017 tidak terjadi pemadaman mesin mendadak karena pasokan listrik yang lancar. “Kalau enam kali padam berarti kerugian 25 juta dolar AS dikalikan enam,” bebernya.

Hal ini membuat pelaku industri petrokimia bertanya-tanya terkait ketahanan PLN dalam mensuplai listrik kepada dunia industri.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan menurut Fajar adalah tingkat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya dalam membangun industri yang padat investasi ini di dalam negeri. “Yang paling dipikirkan adalah kepercayaan investor. Ini sebetulnya yang harus dijaga,” tutupnya. 


TERKINI