Ilustrasi gedung PGN | Foto: Ist

Cari Modal, PGN Bakal Ikuti Pertamina Terbitkan Surat Utang

10 Agustus 2019

Moneter.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berencana mencari permodalan di pasar dengan rencana menerbitkan surat utang (global bond).

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengatakan, aksi korporasi rencana penerbitan global bond sudah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini yang dinilai bagus dan moment yang tepat.

“Misal, PT Pertamina berhasil mendapatkan imbal hasil yang baik dalam penerbitan global bond,” jelasnya, Kamis (8/8).

Pada pertengahan tahun 2018, Pertamina menerbitkan global bond senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun. Penerbitannya terbagi dalam dua tenor yaitu 10 tahun sebesar US$ 750 juta dengan bunga yang ditawarkan 3,6%.

Kemudian sebesar US$ 750 juta bertenor 30 tahun dengan tingkat bunga 4,75%. Pertamina mengaku tingkat bunga tersebut merupakan tingkat terbaik selama Pertamina menerbitkan global bond.

”Dengan keberhasilan Pertamina yang bagus dari global bond, dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 tahun, kita ingin tetapi kita lihat lagi nanti," ucap Gigih.

Gigih menegaskan PGAS masih akan mengkaji rencana penerbitan global bond sesuai dengan kebutuhan untuk belanja modal (capital expenditure/Capex). “Pada semester I/2019 serapan capex baru sebesar 20% atau sekitar US$ 100 juta dari total alokasi belanja modal US$ 500 juta,” tambahnya.

Pada Februari 2019, PGAS juga telah mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri untuk bridging sebesar US$ 350 juta. Pinjaman jangka pendek tersebut untuk keperluan anggaran capex. Adapun, PGAS mengakuisisi 51% saham Pertagas.

Aksi korporasi tersebut membuat PGAS merogoh kocek kantong sebesar US$ 1,3 miliar. “Dana akuisisi tersebut berasal dari dana internal tanpa pinjaman dari pihak manapun,” papar Gigih.


TERKINI