Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Foto: Ist

Masyarakat Butuh Dilindungi, OJK Akan Buat Beleid Fintech Di Luar P2P Lending dan Equity Crowdfunding

10 Agustus 2019

Moneter.id - Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida menyatakan pihaknya berencana membuat aturan baru untuk perusahaan financial technology (Fintech) yang bergerak di luar industri pinjam meminjam (P2P Lending) dan pendanaan berbasis ekuitas (equity crowdfunding).

"Kalau dampaknya signifikan ke masyarakat, kita nanti buatkan aturannya. Masyarakat butuh perlindungan konsumen," ujar Nurhaida, Jumat (9/8).

Ia mengaku pihaknya masih mengkaji tingkat urgensi keberadaan aturan baru. "Saya belum mengatakan jenis fintech mana dulu ya," tambah Nurhaida. 

Diketahui, saat ini ada 15 jenis fintech yang belum memiliki regulasi khusus dari OJK. Seperti, jenis agregator, credit scoring, financial planner, online distress solution, financing agent, claim service handling, dan project financing.

Selain itu, online gold depository, social network & robo advisor, funding agent, blockchain, dana investasi real estat (DIRE), verification, tax & accounting, dan E-KYCFintech yang belum dibuatkan regulasi khusus ini juga disebut sebagai Inovasi Keuangan Digital (IKD).

“Total penyelenggara IKD saat ini sebanyak 48 perusahaan. Mayoritas atau sebanyak 15 perusahaan bergerak dalam kategori fintech agregator,” ujar Nurhaida. 


TERKINI