Head of Marketing Communciations & Customer Care Penguin Indonesia, Andi Hermawan saat menyerahkan 17 tangki air di kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (17/8/2019).

Wujudkan Mimpi Murid dan Guru, Penguin Indonesia Berikan 17 Tangki Air untuk 5 Sekolah di Banten

19 Agustus 2019

Moneter.id - Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, Penguin Indonesia dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 memberikan 17 tangki air untuk 5 sekolah yang ada di kabupaten Pandeglang, Banten di antaranya, SMA Negeri 3 Pandeglang, MTS Sindang Laut, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Dar El Rosyid, SMP Negeri 1 Labuan, dan MTS Al Itihad.

Head of Marketing Communciations & Customer Care Penguin Indonesia, Andi Hermawan mengatakan, mimpi anak-anak serta guru di Banten menjadi nyata untuk memiliki sumber penampungan air yang memadai.

“Kemudahan untuk mengakses air bersih sudah seharusnya menjadi perhatian khusus. Terlebih untuk anak pelajar serta para guru di wilayah terpencil, karena di pundak mereka lah mimpi serta harapan kemajuan bangsa nantinya dapat terwujud,ujar Andi, Sabtu (17/8).

Visi Corporate Social Responsibily (CSR) Penguin Peduli yang bertajuk “Padamu Negeri Penguin Berbagi” ini bertujuan untuk memerdekakan rakyat terpencil khususnya untuk kebutuhan generasi penerus bangsa dalam mendapatkan kemudahan mengakses air bersih dengan memberikan wadah penyimpanan air berteknologi yang selalu dapat menjaga kualitas air.

“Saya cukup bangga dan haru dengan perjuangan anak-anak sekolah serta para guru di sini. Walau sulit untuk mendapatkan air bersih dalam berbagai keperluan disekolah, kami tetap lalui walaupun sering kali siswa harus membawa ember dan berjalan cukup jauh untuk mengambil air ke kolam penampung, belum lagi dengan beban berat air yang dipikul mereka,kata Samsuri, guru di salah satu sekolah di kabupaten Pandeglang, Banten.

“Selama ini kami hanya memakai bak mandi biasa, kalau air di bak penampungan habis, kami harus menampung lagi dengan keterbatasan mesin pompa air yang tidak cukup canggih dan seadanya, jelas Samsuri.

Seperti diketahui, kondisi perekonomian yang kurang memadai tidak memungkingkan sekolah di kabupaten Pandeglang, Banten untuk memiliki sistem pengaliran air yang praktis. Selain kemampuan sedot mesin yang kecil, sekolah di daerah tersebut jarang memiliki sumber penampungan air yang memadai.  


TERKINI