PT Dirgantara Indonesia | Foto: Ist

Dirgantara Indonesia Ajukan Pembubaran Dana Pensiun IPTN ke OJK

02 September 2019

Moneter.id - PT Dirgantara Indonesia (Persero) mengajukan permohonan pembubaran dana pensiun IPTN kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-69/D.05/2019 dan berlaku efektif mulai 31 Agustus 2019.

Berdasarkan situs resmi OJK, pembubaran dilakukan karena alasan peserta dana pensiun semakin berkurang lantaran tidak ada peserta baru sejak tahun 2010 dan peserta telah diikutsertakan pada program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan.

“Sejak tanggal pembubaran berlaku efektif, maka dana pensiun IPTN masuk dalam proses likuidasi,” tulisnya.

Dijelaskan, tim likuidasi yang ditunjuk adalah Suryadi Utomo (ketua), Oking Supriatna (anggota), Bambang Sugihartono (anggota), Sumarsono (anggota). 

“Tim likuidasi akan menyusun rencana penyelesaian dan melaksanakan prosesnya setelah mendapat persetujuan OJK. Tim juga akan melakukan inventarisasi kekayaan dan kewajiban dana pensiun ITPN,” kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank I OJK Anggar B Nuraini. 

Kata Anggar, lalu tim akan mencairkan kekayaan, menyampaikan laporan perkembangan, dan mengumumkan hasil penyelesaian likuidasi. "Tim wajib menjankan tugasnya dengan mengutamakan kepentingan peserta atas manfaat pensiun," jelasnya. 

Sementara, status badan hukum dana pensiun IPTN akan berakhir terhitung sejak tanggal pengumuman laporan hasil penyelesaian likuidasi yang disetujui OJK.  "OJK mengimbau peserta dana pensiun IPTN untuk tetap tenang karena dana peserta akan dialihkan ke dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) dengan memenuhi aturan yang berlaku," tandasnya. 


TERKINI