Gedung BPJS Kesehatan di Jakarta

Peneliti IGJ: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Selesaikan Defisit

06 September 2019

Moneter.id - Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak akan menyelesaikan akar permasalahan terkait defisit BPJS yang terjadi saat ini.

"Akar permasalahan defisit BPJS Kesehatan sendiri tidak pernah diselesaikan," kata peneliti IGJ, Muhammad Teguh Maulana di Jakarta, Jumat (6/8).

Baca juga: Menkeu Minta BPJS Kesehatan Berbenah untuk Kurangi Defisit Rp9,1 Triliun

Menurut Teguh, sejak awal program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut dicanangkan, model pembiayaan yang dipilih berpotensi untuk mengalami kerugian yang besar.

“Seharusnya pemerintah meninjau ulang model pembiayaan JKN, khususnya BPJS Kesehatan yang saat ini menggunakan sistem iuran atau pembayaran premi asuransi,” paparnya.

Sebab, lanjutnya, dengan membebankan biaya jaminan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah seperti melepaskan kewajibannya untuk menjamin akses kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Baca juga: Iuran PBI Akan Dinaikkan, BPJS Kesehatan Tetap Defisit

"Bahkan dengan menggunakan model saat ini juga, pemerintah tidak ada bedanya dengan menerapkan logika ekonomi pasar yang menganggap bahwa jaminan kesehatan merupakan suatu komoditas jasa yang dapat difinansialisasikan," ucap Teguh.

 


TERKINI