Ilustrasi | Foto: Ist

Dirut BPJS Kesehatan Klaim Kenaikan Iuran Tak Beratkan Masyarakat

12 September 2019

Moneter.id - Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahcmi Idris menyatakan, kenaikan iuran sebesar 100% masih terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.

“Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan,” kata Fachmi di Jakarta, Rabu (11/9).

Baca juga: Peneliti IGJ: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Selesaikan Defisit

Kata Fachmi, jika iuran peserta masih di bawah perhitungan aktuaria, defisit akan tetap terjadi. “Langkah pemerintah untuk melakukan penyesuaian iuran ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa iuran program jaminan kesehatan sosial disesuaikan paling lama dua tahun sekali,” paparnya.

Fachmi menegaskan, masyarakat miskin dan tidak mampu iurannya ditanggung Pemerintah melalui APBN dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemda dijamin iurannya oleh APBD.

Baca juga: Soal Iuran Peserta Mandiri Naik, Kemenkeu: Penting

“Untuk buruh dan pemberi kerja‚ penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp8 juta sampai dengan Rp12 juta saja. Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut tidak terkena dampak,” bebernya.

Seperti diketahui, Pemerintah mengusulkan adanya kenaikkan 100% atau dua kali lipat pada iuran peserta kelas I menjadi Rp160.000 dari Rp80.000 per bulan.

Kemudian, kelas II menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan serta untuk kelas III rencananya naik menjadi Rp42.000 dari sebelumnya 25.500 per bulan.

Baca juga: Dampak Defisit Sejak 2014, Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik 100 Persen Tahun 2020

Namun untuk usulan peserta mandiri kelas III masih dalam pembahasan, lantaran DPR menolak usulan tersebut. Penerapan iuran baru tersebut saat ini masih menunggu keputusan Presiden Jokowi dan diharapkan dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2020.

 


TERKINI