Ilustrasi Jakarta International Stadium (JIS). | Foto: Istimewa.

Tender Proyek JIS, ADHI Cs Hanya Serahkan Satu Amplop Proposal Keuangan

12 September 2019

Moneter.id - Konsorsium atau kerja sama operasi (KSO) KSO PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Nindya Karya, dan PT Indah Karya (alias ADHI  Cs) tidak terima pihaknya kalah tender dalam proyek Jakarta International Stadium (JIS). 

Sumber Moneter.id mengungkapkan sejumlah faktor penyebab kalahnya KSO ADHI Cs dari pemenang tender KSO PT Wika Gedung, PT Jaya Konstruksi, dan PT PP (WEGE-JAKON-PP alias WEGE CS).

“Salah satu kesalahan krusialnya menyangkut proposal keuangan. ADHI Cs menyerahkan proposal keuangannya glondongan, tidak dirinci per item material, hanya satu amplop,” kata sumber di Jakarta, Kamis (12/9).

Sumber menambahkan, hal itu sangat berbeda dengan KSO WEGE Cs yang menyerahkan secara rinci hitungannya hingga sembilan ordner bindex (tempat menyimpan file, red).

“Belum lagi soal penawaran harga yang di bawah batas yang telah ditentukan. Kesalahan lainnya, pihak ADHI Cs tidak melampirkan daftar spesifikasi dan sejumlah brosur atas material serta pekerjaan yang ditawarkan,” jelas sumber.

Padahal, lanjut sumber, kewajiban tersebut menjadi salah satu yang disyaratkan dalam RKS dokumen tender. 

Di lain pihak, Anggota DPRD DKI Jakarta Muhamad Taufik menegaskan, tidak ada alasan pembangunan JIS harus ditunda karena adanya protes dari peserta yang kalah lelang.

“Kalau ada keberatan, ada masa sanggah untuk menyampaikan permasalahan. Namanya juga lelang, ada yang menang dan kalah. Itu biasa. Jangan sampai, mengorbankan kepentingan publik lebih besar. Kenapa sekarang baru ribut,’’ kata dia, di DPRD DKI, Rabu (11/9/).

Terpisah, Ketua KADIN Jakarta Pusat RH Victor Aritonang sangat mendukung keputusan PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro) selaku penyelenggara tender yang memenangkan WEGE Cs dalam tender proyek JIS.

“Jakpro sudah menjalankan proses tender sudah sesuai prosedur. Sebagai ketua KADIN Jakarta Pusat, saya mendukung Jakpro dan menyayangkan sikap ADHI Cs yang terkesan berusaha merebut proyek dari sesama BUMN (PT Wika),” jelas dia, dalam siaran persnya.

Sementara, pihak Jakpro memastikan proyek pembangunan JIS tetap berjalan. Alasannya, Jakpro selaku pemilik proyek berpedoman pada Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai landasan dalam mengerjakan pembangunan stadion. 

“Jelas kalau kami perintahnya dari Pergub, karena dalam Pergub diperintahkan Jakpro membangun. Aturan itu menjelaskan ada tenggat waktu yang harus diselesaikan Jakpro dalam membangun JIS. Karena itu, Jakpro wajib mematuhi aturan tersebut,” kata Direktur Konstruksi JIS Jakpro Iwan Taswin.

Reporter: Sam.


TERKINI