Ilustrasi gedung PT Bukit Asam | Foto: Ist

PT Bukit Asam Hentikan Eksplorasi Tambang Hingga 6 bulan Kedepan, Investor Lepas Saham

12 September 2019

Moneter.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan untuk tidak melakukan eksplorasi tambang di luar area yang telah memperoleh izin eksploitasi hingga 6 bulan kedepan. Keputusan ini disikapi oleh para investor asing dengan melepas saham PTBA.

“Perihal penyampaian laporan bulanan aktivitas eksplorasi non-oil dan gas, dengan ini perseroan menyatakan bahwa sampai dengan 6 bulan ke depan yakni sampai dengan Maret 2020 perseroan tidak melakukan aktivitas eksplorasi,” kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Suherman di Jakarta, Rabu (11/9).

“Ini merupakan strategi wait and see dari manajemen PTBA. Alasannya, kondisi pasar global yang masih belum baik. Mengingat pasar ekspor paling besar untuk batubara adalah India dan China,” tambah Vice President Artha Sekuritas, Frederik Rasali.

Kata Frederik, tidak ada salahnya bagi perusahaan tambang untuk menahan eksplorasi karena kondisi saat ini belum baik dan harga batubara masih rendah.

Apalagi saat ini PTBA sudah memiliki cadangan yang cukup besar. Dalam IUP existing, perusahaan tambang plat merah ini memiliki sumber daya batubara sebesar 8,2 miliar ton dan cadangan sebesar 3,3 miliar ton.

"Sedangkan dana capex bisa digunakan untuk hal lain seperti memperkuat infrastruktur dalam perusahaan salah satunya untuk meningkatkan kapasitas gerbong kereta api," tuturnya.

Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2019, beberapa izin usaha pertambangan (IUP) eksploitasi yang dikantungi PTBA yakni di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, IUP Ombilin, Sumatra Barat, Peranap(Riau), dan diKalimantan Timur (eksploitasi dan produksi).

Sepanjang semester I/2019, PTBA mencatat kenaikan produksi batu bara sebesar 14,11% menjadi 12,79 juta metrik ton batu bara, meningkat 14,11% dari periode semester I/2018.

Tahun ini, perusahaan tambang plat merah ini membidik target produksi batu bara 27,26 juta ton, naik 3% dari realisasi tahun lalu. Sementara itu, volume penjualan hingga semester I/2019 mencapai 13,40 juta ton meningkat 9,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.Perseroan pun tidak menampik turunnya harga batubara turut mempengaruhi kinerja.

Untuk mengantisipasi penurunan harga, PTBA menerapkan strategi selective mining, yakni mengoptimalkan produksi batubara yang memiliki rasio kupas (stripping ratio) rendah dan jarak angkut yang dekat. Sehingga dengan strategi tersebut bisa menekan cost dan pada akhirnya laba bisa dipertahankan.

Saat ini perseroan tengah mengajukan perubahan harga jual rata-rata batu bara tahun ini ke perusahaan induk lantaran harga batu bara dunia tengah mengalami penurunan. Pengajuan tersebut dinilai perlu dilakukan lantaran tidak sebanding dengan penyusunan harga jual rata-rata batubara perseroan 2019. 

Tahun ini, PTBA menargetkan penjualan batu bara mencapai 28,38 juta ton. Dimana kapasitas angkutan di semester pertama 11,71 juta ton, naik 5,47% dari tahun sebelumnya 11,1 juta.


TERKINI