Foto: Ist

Perkuat Permodalan, BTN Rencanakan Sejumlah Aksi Korporasi

07 Oktober 2019

Moneter.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana menerbitkan surat utang berupa subdebt pada akhir tahun ini, sekuritisasi aset, pendirian anak usaha dan rights issue tahun 2020. Aksi korporasi ini bertujuan untuk perkuat permodalan dalam menunjang ekspansi bisnis perseroan.

“Untuk memenuhi retrospektif modal di awal 2020 direncanakan aksi permodalan melalui subdebt di 2019 sebesar Rp3 triliun hingga Rp5 triliun yang dilakukan melalui Junior Global Bond dan pinjaman subordinasi,” kata Direktur Keuangan & Treasury BTN, Nixon LP Napitupulu akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, untuk pinjaman subordinasi rencananya dilakukan bersama dengan PT Sarana Multigriya Finance (SMF) sebesar Rp3 triliun dengan jangka waktu 5 hingga 7 tahun.

Action permodalan melalui subdebt diperlukan untuk melanjutkan kontribusi BTN pada Program Sejuta Rumah dan tambahan likuiditas di saat kondisi likuditas ketat perbankan masih berlanjut," ujarnya.

Sedangkan untuk rencana sekuritisasi aset Bank BTN, Nixon mengaku hal tersebut merupakan alternatif sumber pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas Bank BTN dalam pemberian kredit baru.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan isu pembiayaan saat ini yaitu jangka waktu pembiayaan yang pendek, suku bunga yang fluktuatif dan jumlah pembiayaan yang terbatas.

Maka untuk memitigasi hal tersebut di 2019 direncanakan sekuritisasi aset yang bersumber dari penjualan aset BTN dengan suku bunga tetap.

Action permodalan melalui sekuritisasi aset diperlukan untuk meningkatkan kapasitas Bank BTN dalam pemberian kredit baru dan mengurangi risiko kredit, risiko likuiditas & risiko suku bunga," tuturnya.

Nixon mengungkapkan, untuk rencana penyertaan modal masih mengalami kendala. Seperti akuisisi PNM Investment Management yang masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengambilalihan PT Sarana Papua Ventura (SPV) masih terkendala kurang kondusifnya situasi di Papua.

Sedangkan untuk penyertaan modal di bidang usaha asuransi yakni di Jiwasraya Putra masih menunggu adanya investor strategis yang akan menguasi 65% saham.

Sebut Nixon, saat ini ada tiga calon investor asing yang melakukan penawaran terhadap saham Jiwasraya Putra.

Keputusan pemenangnya akan ditentukan pada akhir tahun ini. Adapun BTN akan diberi porsi saham sekitar 20%, Telkomsel 13% dan sisanya untuk PT KAI serta Pegadaian.

"Untuk porsi BUMN kami tidak mengeluarkan modal dalam bentuk dana. Ini pun baru bisa diimplementasikan jika sudah ada kesepakatan dengan investor strategis," tutup Nixon.


TERKINI