Krakatau Steel

Krakatau Steel Rugi Rp2,96 Triliun Hingga September 2019

06 Nopember 2019

Moneter.id - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan kerugian sebesar US$ 211,91 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun pada 9 bulan tahun ini dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 37,38 juta atau Rp 523,32 miliar, naik 5 kali lipat.

Dalam laporan keuangan per September 2019, KRAS mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar US$ 1,05 miliar atau Rp 14,70 triliun dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,27 miliar atau Rp 17,78 triliun.

“Restrukturisasi utang bisa menjadi jalan keluar untuk perseroan,” kata Direktur Utama KRAS, Silmy Karim.

Silmy menargetkan dapat menuntaskan restrukturisasi utang senilai total US$2,2 miliar pada tahun 2019. “Restrukturisasi utang telah mencapai 78% dari utang yang akan direstrukturisasi senilai US$2,2 miliar,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada 30 September 2019, KRAS telah melakukan penandatanganan perjanjian kredit restrukturisasi dengan para kreditur seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), PT Bank Central Asia Tbk.

“Perseroan akan menuntaskan restrukturisasi utang terhadap 22% lainnya pada akhir tahun ini. Utang tersebut berasal dari 4 bank swasta,” ucap Silmy.

Sejalan dengan restrukturisasi utang senilai total US$2,2 miliar dengan sejumlah kreditur, pinjaman jangka pendek KRAS turun signifikan dari US$1,13 miliar menjadi US$476,89 juta per September 2019 atau menyusut US$654,3 juta.

Namun, pinjaman jangka panjang justru meningkat dari US$811,7 juta menjadi US$1,52 miliar. Dengan proporsi tersebut, beban keuangan KRAS masih mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi akhir kuartal III/2018. Beban keuangan KRAS per kuartal III/2019 tercatat US$92,82 juta, naik 17,34% dari US$79,1 juta.

Secara total, liabilitas Krakatau Steel meningkat 7,4% dari US$2,49 miliar menjadi US$2,68 miliar per 30 September 2019. Dengan asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS, total liabilitas BUMN itu mencapai Rp37,83 triliun. Setelah restrukturisasi selesai, perusahaan akan fokus pada transformasi untuk membenahi kinerja yang merugi sejak 2012 itu.

“Hasil restrukturisasi akan terlihat pada perolehan laba pada kuartal I/2020. Perlu waktu 3-5 tahun untuk membuat KRAS kembali sehat, setelah rugi sejak 2012,” tungkas Silmy.


TERKINI