Ilustrasi proses Produksi Industri Makanan dan Minuman di PT Mayora | Foto: Kemenperin

Strategi Kemenperin Dorong Industri Mamin Diatas 8 Persen Hingga Akhir 2019

12 Nopember 2019

Moneter.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri makanan dan minuman (Mamin) yang optimal hingga akhir tahun 2019.  Pada triwulan III/2019, pertumbuhan industri mamin di angka 7,72%. Sedangkan pertumbuhan sektor ini sepanjang Januari-September sebesar 7,9%.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim di Jakarta, Senin (11/11) menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi agar pertumbuhan industri mamin meningkat hingga di atas 8% pada akhir 2019 serta memiliki daya saing.

Salah satunya dengan meningkatkan produksi,” ucapnya.

Kata Rochim, target jangka panjang Kemenperin adalahmeningkatnya pertumbuhan industri mamin agar mampu stabil di atas level 9%.

Untuk mengimplementasikan target tersebut, pemerintah mendorong ketersediaan bahan baku agar industri mamin dapat terus berproduksi,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, dalam hal pemasaran, Kemenperin menganggarkan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan ekspor pada tahun 2020.

“Di antaranya fasilitasi temu bisnis dan promosi pada pameran berskala internasional serta fasilitasi pelatihan ekspor (export coaching) bagi pelaku usaha di sektor industri agro,” jelasnya.

Selain itu, salah satu bentukdukungan peningkatkan ekspor sektor mamin adalah dengan mendorong para pelaku usaha untuk ikut serta dalam pameran berskala internasional seperti pameran SIAL Interfood Expo 2019 yang diselenggarakan pada 13 -16 November 2019 di JIEXPO Kemayoran, DKI Jakarta.

“Ajang SIAL Interfood Expo 2019 diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman untuk mendukung Indonesia sebagai industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN,” terangnya.

Rochim menambahkan, SIAL Interfood Expo 2019 juga dapat dimanfaatkan pelaku industri mamin untuk memamerkan inovasi produk dan teknologinya, terutama yang terkait industri 4.0, seperti augmented reality, smart factory, smart packaging, ataupun smart distribution.

“Terlebih, Indonesia akan menjadi Official Partner Country Hannover Messe 2020, kami harap para pelaku industri mamin juga dapat berpartisipasi dalam pameran industri terbesar di dunia tersebut,” jelas Rochim.

Untuk meningkatkan peningkatan daya saing dan ekspor pada sektor mamin, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan pendukung berupa insentif fiskal untuk menarik investasi, di antaranya tax holiday, tax allowance, serta bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP).

Tax Holiday seperti dituangkan dalam PMK 150/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan dapat diberikan kepada industri-industri agro pionir, seperti industri green diesel, green gasoline, green avtur, atau bioethanol.

Sedangkan Tax Allowance dapat diberikan kepada investasi baru atau perluasan yang memenuhi kriteria umum sesuai PP 9/2016, antara lain yang memiliki nilai investasi tinggi atau untuk ekspor, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta memiliki kandungan lokal tinggi.


TERKINI