Tower Bersama Infrastructure

Orderan Sewa Meningkat, Tower Bersama Infrastructure Kantongi Pendapatan Rp3,469 Triliun

13 Nopember 2019

Moneter.id - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatat pendapatan sebesar Rp 3,469 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

CEO PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Hardi Wijaya Liong mengatakan, pelanggan telekomunikasi TBIG terus melakukan densifikasi jaringan mereka di seluruh negeri. Hal itu membuat order kolokasi perusahaan meningkat tajam.

Per 30 September lalu, TBIG memiliki 27.789 penyewaan dan 15.485 site telekomunikasi yang terdiri dari menara telekomunikasi sebanyak 15.396 dan 89 jaringan DAS.

Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 27.700, maka rasio kolokasi perseroan menjadi 1,80 sebelumnya pada akhir 2018 hanya 1,69. “Pada kuartal III/2019, pertumbuhan penyewaan organik perusahaan tercepat dibandingkan sebelumnya,” ucapnya, Rabu (13/11).

"Kami menambahkan 1.342 penyewaan kotor yang terdiri dari 196 site telekomunikasi dan 1.146 kolokasi. Hal ini membuat penambahan organik kotor kami sebanyak 2.578 penyewaan untuk sembilan bulan pertama 2019,” kata Hardi lagi.

Kami berharap untuk melebihi target kami tahun ini sebesar 3.000 penyewaan," ujarnya.

Per 30 September 2019, sebut Hardi, total pinjaman perusahaan sebesar Rp 21.122 miliar. Jumlah itu sebelumnya dalam mata uang dolar AS, namun telah dilakukan lindung nilai.


Berikutnya total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 13,186 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp 333 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 20,789 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp 12,853 triliun.

Sementara, Chief Financial Officer TBIG Helmy Yusman Santoso menambahkan, perusahaannya memiliki rekam jejak baik dalam mengakses berbagai sumber pendanaan.

"Pada awal Juli, kami membayar lebih cepat sepenuhnya pinjaman berjangka kami dan menggantinya dengan Fasilitas Revolving (RCF) baru sebesar 375 juta dolar AS berjangka waktu 5,5 tahun bullet dan penurunan biaya bunga sebesar 25 basis poin (bps)," tuturnya.



TERKINI