Vape | Foto: Ist

Setelah Rokok, Kini Cukai Vape Bakal Naik di 2020

14 Nopember 2019

Moneter.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berencana akan menaikkan cukai cairan rokok elektrik (Vape). Saat ini, cukai cairan vape sebesar 57% dari harga jualnya.

Kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, tarif cukai cairan vape baru akan diberlakukan pararel dengan kenaikan cukai rokok konvensional pada 1 Januari 2020 mendatang. 

"Kenaikan ini sejalan dengan kebijakan kenaikan tarif rokok konvensional. Saya rasa pemberlakuannya pararel di 1 Januari 2020," katanya, Rabu (13/11).

Heru menuturkan cairan vape tak ubahnya dengan rokok. Cairan tersebut juga merupakan produk hasil tembakau. Karenanya, cairan vape wajib mengikuti ketentuan  Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Pada pasal 5 aturan tersebut disampaikan hasil tembakau dikenai cukai berdasarkan tarif paling tinggi sebesar 275 persen dari harga dasar apabila harga dasar yang digunakan adalah harga jual pabrik. Jika menggunakan harga jual eceran maka tarif cukainya sebesar 57 persen dari harga dasar.

"Meskipun telah dimodifikasi dari tembakau tradisional, tetapi tetap saja masuk dari definisi tembakau. Oleh karena itu, harus tunduk Undang-undang tentang Cukai pada aturan dan harus dikenai cukai agar konsumsi bisa dikendalikan," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% pada tahun 2020. Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35% dari harga jual saat ini.

 


TERKINI