Logo PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

'Keruk' USD 45,53 Juta, Laba Golden Energy Mines Turun 52,79 Persen di Kuartal III/2019

19 Nopember 2019

Moneter.id - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 45,53 juta hingga kuartal III/2019.  Laba ini turun 52,79% dibandingkan kuartal III/2018 yakni sebesar US$ 96,45 juta.

“Terkoreksinya perolehan laba seiring dengan penurunan penjualan neto perseroan di kuartal III/2019 sebesar US$ 752,17 juta, turun 1,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp US$ 767,06 juta,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/11).

Perseroan mengungkapkan, laba bruto juga turun menjadi US$ 248,14 juta dibanding US$ 289,18 juta pada periode sama tahun lalu. Sementraa laba usaha perseroan tergerus 43,36% menjadi US$ 77,31 juta dibandingkan periode sama tahun silam US$ 136,50 juta.

Penurunan tersebut disebabkan kenaikan beban penjualan dari US$ 101,64 juta menjadi US$ 120,85 juta. Laba sebelum pajak penghasilan (PPh) GEMS menyusut 46,72% dari US$ 131,74 juta menjadi US$ 70,18 juta.

Secara total aset, perseroan memperoleh US$ 773,04 juta per 30 September 2019, meningkat dari periode 31 Desember 2018 yang mencatatkan US$ 701,04 juta.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batu bara sebanyak 28 juta ton, dengan proyeksi penjualan 25 juta ton. Alhasil, perusahaan tambang batu bara ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 33 juta, meningkat dibandingkan tahun lalu US$ 19,8 juta.

Capex berasal dari kas internal dan pinjaman bank dengan komposisi berkisar 70-80%. Perseroan telah menggunakan capex untuk menyelesaikan pembangunan jalan pengangkut batu bara (hauling) sepanjang 22 km, yang pada tahun sebelumnya baru terselesaikan sepanjang 2 km.

Selain itu, perseroan akan meningkatkan kapasitas mesin penghancur (crushing plant) dan conveyor pemuatan (loading conveyor) di area tambang anak usaha, PT Borneo Indobara (BIB).

Hal ini dilakukan demi meningkatkan volume produksi dan mendukung keamanan operasional tambang. Sementara itu, anak usaha lainnya, PT BIB dan PT Barasentosa Lestari (BSL), mendapatkan pinjaman senilai US$ 32 juta dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membayar utang. Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga London Inter-Bank Offered Rate (LIBOR) 3 bulan dan 4,25%.

Untuk jatuh tempo, pada 9 Agustus 2024 atau bertenor lima tahun. Nantinya, pinjaman ini akan digunakan untuk pelunasan existing BSL pada ICICI Bank cabang Bahrain.


TERKINI