WeWork | Foto: Ist

Rugi Rp17,5 Triliun, Startup Co-Working Space WeWork Bakal PHK Ribuan Karyawan

19 Nopember 2019

Moneter.id - WeWork mencatatkan kerugian atau unadjusted mencapai US$1,25 miliar atau setara Rp 17,5 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000) pada kuartal III/2019. Kerugian tersebut meningkat 150% dibandingkan periode yang sama 2018 yang rugi US$497 juta.

“Meski begitu pendapatan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari US$482 juta menjadi US$934 juta. Tingkat keterisian WeWork pada periode tersebut mencapai 79%,” dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (19/11).

Startup co-working space milik SoftBank ini banyak disorot karena masalah tata kelola atau good governance yang membuat perusahaan gagal IPO pada September lalu. Padahal dana IPO tersebut akan digunakan untuk membayar utang dan ekspansi bisnis.

Dalam laporan yang ditulis analis Bernstein Chris Lane dan Samuel Chen, pada akhir Juni 2019 WeWork memiliki uang tunai US$2,5 miliar.

Jika perusahaan melanjut membakar uang seperti saat ini, US$700 juta (Rp 9,8 triliun) per kuartal, perusahaan akan kehabisan uang pada kuartal II/2020.

Untungnya, SoftBank akan menyuntikkan dana segar US$ US$6,5 miliar kepada WeWork. Bentuknya paket bailout US$5 miliar dan percepatan pencairan dana US$1,5 miliar ke WeWork.

SoftBank berencana melakukan tender offer saham SoftBank sebesar US$3 miliar untuk membeli saham milik pemegang saham eksisting dengan harga US$19,9 per saham. Pasca penyelamatan ini WeWork memiliki 80% saham WeWork.

Terkait hal itu, WeWork dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan PHK pada 4.000 karyawan sebagai cara untuk menstabilkan perusahaan setelah mencatatkan kerugian besar dan sempat diambang kebangkrutan.

PHK karyawan tersebut diumumkan awal pekan ini dan dilakukan secara global. WeWork akan PHK 2.000 - 2.500 karyawan di bisnis inti co-working space. Sebanyak 1.000 karyawan pada bisnis non-inti dan 1.000 karyawan pemeliharan gedung akan dialihkan ke kontraktor. Pada Juli lalu, WeWork memiliki 12.500 karyawan.

“Salah satu sumber mengatakan ada potensi WeWork akan memecat hingga 5.000-6000 karyawan,” seperti dikutip CNBC Indonesia dari New York Times, Selasa (19/11/2019).

"Kami akan melakukan perampingan pekerjaan yang dibutuhkan," ujar Executive Chairman WeWork Marcelo Claure.

Ia mengatakan PHK akan dimulai minggu ini di AS tetapi tidak menyebutkan jumlah karyawan yang akan di-PHK.

"Tindakan ini akan membuat kami semakin kuat dan lebih baik untuk menggapai peluang yang lebih banyak dalam beberapa bulan dan tahun-tahun mendatang," tulisnya dalam email kepada seluruh karyawan WeWork.


TERKINI