Foto: Ist

Dengan Bunga 8,25 Persen, Sritex Lunasi Utang USD188,15 Juta

20 Nopember 2019

Moneter.id - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex melunasi surat utang senior yang jatuh tempo pada tahun 2021 dengan bunga 8,25% atau senilai US$ 188,15 juta. Jumlah tersebut terdiri dari pokok utang US$ 174,52 juta, premi US% 7,20 juta, dan bunga akrual dan terutang US$ 6,44 juta.

“Pelunasan surat utang 2021 merupakan bagian dari penggunaan dana atas transaksi penerbitan surat utang baru oleh Sri Rejeki Isman dalam denominasi mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dengan jumlah pokok US$ 225 juta,” kata Allan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL di Jakarta, Selasa (19/11).

Seperti diketahui, emiten perusahaan tekstil ini menerbitkan wesel bayar US$ 225 juta yang akan jatuh tempo pada 9 Januari 2025. Surat utang dengan bunga 7,25% ini diterbitkan pada 9 Oktober 2019 lalu. Dengan penjamin PT Sinar Pantja Djaja, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Britratex Industries.

Pada kuartal III/2019, Sritex membukukan penjualan tumbuh 17,16% secara tahunan menjadi US$ 895,08 juta sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai US$ 763,95 juta.

Rinciannya, penjualan ekspor tumbuh 31,71% (yoy) menjadi US$ 534,54 juta, dari sebelumnya US$ 405,86 juta. Nilai ekspor yang berkontribusi 59,72% terhadap total penjualan ini paling banyak berasal dari penjualan benang, disusul pakaian jadi, kain jadi, lalu kain mentah.

Kenaikan penjualan ekspor terbesar terjadi untuk wilayah Amerika Serikat dan Amerika Latin, yakni 191,39% yoy menjadi US$ 72,67 juta.

Tercatat per September 2019 ini, penjualan ekspor SRIL mencakup wilayah Asia sebesar 60,5%, Eropa 15,2% , Amerika Serikat dan Amerika Latin 13,6% , Uni Emirat Arab dan Afrika 10,5%, serta Australia 0,3%.

Sementara itu, penjualan lokal SRIL hanya tumbuh 0,68% secara tahunan, dari US$ 358,09 juta menjadi US$ 360,53 juta. Penjualan lokal terbesar juga masih berasal dari penjualan benang, lalu kain jadi, pakaian jadi, kemudian kain mentah.Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 2,45% yoy menjadi US$ 72,22 juta, dari sebelumnya US$ 70,49 juta.

Sementara, beban pokok penjualan SRIL turut meningkat 14,59% yoy, dari US$ 624,45 juta menjadi US$ 715,54 juta. SRIL mencatatkan laba bruto sebesar US$ 179,53 juta atau naik 28,69% yoy dari sebelumnya US$ 139,5 juta.


TERKINI