Foto: Ist

Siapkan Rp7 Triliun, Inalum Bakal Ambil 20 Persen Saham Vale Tahun Depan

25 Nopember 2019

Moneter.id - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berencana mengambil alih saham PT Vale Indonesia Tbk sebesar 20% tahun depan.

Pjs Inalum, Direktur Utama Ogi Prastomiyono menyatakan, perusahaannya telah menganggarkan dana sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut.

“Perusahaan menargetkan pengambilalihan saham Vale selesai pada Juni 2020," ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, ada beberapa proses yang harus dilewati untuk memiliki saham Vale, termasuk melalui perjanjian pokok-pokok kesepakatan (HoA). HoA antara Inalum dan Vale telah ditandatangani pada 11 Oktober 2019 lalu.

Selanjutnya, penandatanganan Sales & Purchase Agreement, serta off take agreement untuk pembelian dan penjualan jangka panjang.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menyebut nilai valuasi saham Vale tidak mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,17 triliun.

Dengan proyeksi tersebut, Budi menyatakan pihaknya sanggup mengambil alih 20% saham divestasi Vale Indonesia. “Melalui kepemilikan 20% saham Vale Indonesia dan 65% saham Antam, Inalum memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik di dunia,” ucapnya.

"Ke depan, akses ini akan strategis mengamankan pasokan bahan baku industri hilir berbasis nikel, baik stainless steel hingga baterai kendaraan listrik," kata Budi.

Divestasi 20% saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen kontrak (KK) pada 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilakukan setelah amandemen tersebut.

KK PTVI berakhir pada 2025 dan dapat diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan. Saat ini, pemegang saham Vale Indonesia terdiri dari VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09%, dan publik sebesar 20,49%.

Sementara, Inalum menargetkan laba bersih Rp2,1 triliun pada 2020. Namun perseroan belum menentukan target pendapatan untuk tahun depan. Perseroan mengungkapkan, kontribusi paling besar akan didapatkan dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).

Ogi mengatakan khusus untuk PTBA, induk usaha tambang pemerintah itu menargetkan Rp4 triliun.

”PTBA kemungkinan akan meraih laba bersih Rp4 triliun. Tetapi secara konsolidasi dari semua anak usaha kami akan mendapatkan Rp2,1 triliun," ungkapnya.


TERKINI