Ilustrasi gedung Anabatic | Foto: Ist

Anabatic Targetkan Penjualan Hingga Rp6,1 Triliun dan Laba Bersih Rp86 Miliar di 2019

29 Nopember 2019

Moneter.id - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menargetkan penjualan sebesar Rp 6,1 triliun dan laba bersih Rp 86 miliar pada tahun 2019.

Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali mengatakan, pendapatan Anabatic dikontribusikan tiga lini bisnis utama yaitu Mission Critical Digital Solution (MCDS) yang menyediakan solusi TI dengan target market industri perbankan, asuransi, dan pemerintah.

“Lini bisnis kedua Digitally Enriched Outsourcing Service (DEOS) menyediakan layanan outsourcing proses bisnis terintegrasi yakni layanan sumber daya manusia (SDM), proses bisnis, dan pemasaran digital,” ujarnya, Kamis (28/11).

Kemudian, katanya, lini bisnis berikutnya adalah, Cloud & Digital Platform Partner (CDPP) yang menyediakan solusi infrastruktur TI high-end, keamanan siber & konsultasi TI, Implementasi perangkat lunak, layanan migrasi data.

“Hingga November 2019 realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 150 miliar. Angka ini kemungkinan besar tidak berubah hingga Desember 2019,” tambah Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Adriansyah.

Kata Adriansyah, capex sebesar Rp 60 miliar untuk pengembangam bisnis, Rp 40 miliar untuk fix asset dan sebesar Rp 50 Miliar untuk akuisisi perusahaan fintech. Sepanjang 2019 Anabatic sudah melakukan akuisisi tiga perusahaan fintech dan mendirikan satu perusahaan sendiri.

Adriansyah mengungkapkan, fintech di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar, sehingga Anabatic juga turut melakukan pengembangan bisnis ini dengan meluncurkan IKI yang merupakan brand layanan dari anak perusahaan Anabatic.

Saat ini IKI telah memiliki layanan PPOB (Payment Point Online Banking), pengiriman uang (remitansi), dan peer to peer lending untuk UMKM. Hingga saat ini IKI telah memiliki lebih dari 150K partner/agen di seluruh Indonesia. "Fintech kita masih dalam tahap pengembangan atau masih dalam tahap mencangkul, iaya sudah keluar tapi pendapatan masih kecil," kata Adriansyah.

Dia mengatakan, sumber pendanaan capex mayoritas dari kas kas internal dan convertible bond dengan porsi lebih dari 70%. Sementara sisanya dari pinjaman bank.

Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencana penambahan modal dengan memesan efek terlebih dahulu (right issue). Perseroan melepas sebanyak 291,6 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 900, sehingga jumlah dana yang diraup sebesar Rp 262,44 miliar.

“Bahwa PT Artha Investama Jaya selaku salah satu pemegang saham mengalihkan seluruh HMETD atau sebanyak 103.32 juta saham kepada TIS Inc. Selain itu dalam pelaksanaan right issue ini, TIS Inc bertindak sebagai pembeli siaga. Tis Inc wajib membeli seluruh sisa saham baru yang tidak dieksekusi,” kata perseroan.


TERKINI