PT Lippo Karawaci Tbk

Lippo Lepas Dua Mal di Jakarta dan Sumatera Senilai Rp1,280 Triliun

09 Januari 2020

Moneter.id - Melalui anak usaha Lippo Malls Indonesia Trust Management Ltd, PT Lippo Karawaci Tbk melepas kepemilikannya terhadap dua mal miliknya yakni Pejaten Village, Jakarta dan Binjai Supermall di Sumatera Utara dengan total nilai 124.3 juta dolar Singapura atau setara Rp1,280 triliun.

"Kami menjual kepemilikan surat berharga realestat (real estate investment trust/ REIT) kepada NWP Retail perusahaan patungan Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments," kata James Liew, Chief Executive Officer Manager REIT PT Lippo Karawaci Tbk di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

James menjelaskan penjualan ini merupakan transaksi perdana setelah perubahan strategi LMIRT ke arah pengelolaan portofolio secara aktif. Di masa lalu, LMIRT menggunakan strategi beli dan pegang yang merupakan strategi pengelolaan portofolio secara pasif.

"Divestasi ini memberikan fleksibilitas dalam hal likuiditas untuk berinvestasi pada aset-aset baru, mengembalikan uang kas kepada para pemegang saham, atau menjajaki peluang investasi lainnya," kata James.

"Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan portofolio kami untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham. Transaksi ini menunjukkan kualitas portofolio kami serta memperkuat valuasi harga unit kami," ujar James lagi.

Harga penjualan masing-masing senilai Rp997,4 miliar (96,8 juta dolar Singapura) untuk Pejaten Village dan Rp283,3 miliar (27,5 juta dolar Singapura) untuk Binjai Supermall lebih tinggi masing-masing sebesar 33,3% dan 19,3% dari harga perolehan awal sebesar Rp748 miliar dan Rp237,5 miliar pada saat diakuisisi di tahun 2012.

Nilai tersebut juga merupakan diskon masing-masing sebesar 4,1% dan 8,3% dari nilai valuasi terbaru masing-masing mal sebesar Rp1,04 triliun dan Rp309,0 miliar. Diskon tersebut secara signifikan lebih tinggi daripada diskon tersirat dari net asset value REIT ketika diperdagangkan.

Sementara, John Riady, CEO PT Lippo Karawaci Tbk mengatakan mal ritel akan terus menjadi bagian inti dari bisnis perusahaan dan akan terus bekerja untuk mengelola aset-aset secara proaktif untuk meningkatkan valuasi, mengidentifikasi peluang investasi, serta mengoptimalkan nilai pemegang saham.

"Dengan strategi pengelolaan portofolio secara aktif, REIT berada pada posisi yang lebih baik untuk menutup kesenjangan valuasinya dengan menjual asetnya yang memiliki harga pasar yang menarik," ujarnya.

Seperti diketahui, PT Lippo Karawaci Tbk merupakan operator mal terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 25% dari semua mal ritel modern di Indonesia.

PT Lippo Karawaci Tbk mempunyai kepemilikan di dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing 1 miliar dolar AS dan 1,4 miliar dolar AS per tanggal 30 September 2019.


TERKINI