Jiwasraya | Foto: Ist

BPK: Kerugian Sementara Jiwasraya Diduga Capai Rp6,4 Triliun

09 Januari 2020

Moneter.id - PT Asuransi Jiwasraya diduga mengalami kerugian sementara mencapai Rp6,4 triliun. Angka itu didapat dikarenakan penurunan nilai saham di produk reksadana yang Jiwasraya beli.

“Ada lebih dari lima ribu transaksi yang beragam dari saham dan reksa dana. Mayoritas dana premi dari produk asuransi dan investasi Jiwasraya yakni JS Saving Plan,” kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Menurut Agung, diinvestasikan di instrumen saham dan reksadana saham berkualitas rendah. Jiwasraya berinvestasi di saham tanpa dasar data yang valid dan objektif,” ucapnya.

"Berdekatan unrealized lost dan jual beli ditentukan dengan negosiasi tertentu dan investasi langsung yang tidak likuid dan tidak wajar," kata Agung.

Ungkap Agung, dugaan sementara bahwa terdapat indikasi "kongkalikong" pemilihan instrumen investasi oleh manajemen Jiwasraya dan Manajer Investasi. "Jual beli saham dilakukan dengan pihak berafiliasi sehingga tidak mencerminkan saham yang sebenarnya," ujar Agung.

Selain di luar reksadana, lanjut Agung, ada transaksi saham berkualitas rendah dan tidak likuid hingga mencapai Rp4 triliun. Selain itu, Jiwasraya juga membeli instrumen utang berisiko tinggi seperti surat utang jangka menengah (medium terms notes/MTN) dari sebuah emiten properti

Dia menegaskan saat ini pihaknya sedang memeriksa kembali terkait penempatan investasi yang salah. Salah satu yang sedang ditindaklanjuti adalah manajer investasi saham yang kurang baik.

BPK berjanji menuntaskan perhitungan kerugian negara dalam tempo dua bulan sejak saat ini. BPK sebelumnya pernah mengingatkan Jiwasraya mengenai penempatan investasi yang salah pada 2016.

Jiwasraya kemudian menindaklanjuti rekomendasi itu. Namun tidak berselang lama, manajemen Jiwasraya kembali menempatkan investasi di saham yang berkualitas rendah.

"Tapi mereka (Jiwasraya) melakukan transaksi (salah investasi) itu lagi. Masalahnya kami temukan, Anda perbaiki tapi dilakukan kembali. Lagi-lagi engkau melakukannya. Tapi ini skalanya besar. Kurang lebih seperti itu," tegas Agung. (Ant)


TERKINI