Bank J Trust

Sebelas Tahun Disuspensi, Saham Bank J Trust Kembali Diperdagangkan

09 Januari 2020

Moneter.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham bank yang dahulu bernama Bank Century yakni, PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) setelah disuspensi sejak 21 November 2008 lalu.

BEI memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan efek PT Bank JTrust Indonesia Tbk di seluruh pasar mulai sesi pre-opening pada Rabu, 8 Januari 2020 kemarin.

“Pembukaan perdagangan saham ini setelah adanya penilaian 100% saham Bank Jtrust dari kantor jasa penilai independen,” tulis BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Selain itu, BEI mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan kewajaran proses pembentukan harga, pelaksanaan perdagangan saham Bank JTrust di pasar reguler hari ini dilaksanakan melalui sesi pra-pembukaan atau pre-opening dengan mengacu beraturan BEI.

Dalam ringkasan penilaian 100%saham Bank JTrust, kantor jasa penilai publik Kusnanto dan rekan mengungkapkan bahwa berdasarkan metode diskonto arus kas, nilai pasar wajar 100% saham Bank JTrust adalah Rp 4,77 triliun.

Sedangkan nilai pasar wajar 100% saham Bank JTrust berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di BEI adalah Rp 2,17 triliun.

Dari hasil rekonsiliasi nilai dengan kedua metode, yakni dengan bobot 90% untuk metode diskonto arus kas dan 10% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di BEI, nilai pasar wajar Bank JTrust adalah sebesar Rp 4,51 triliun.

Penilaian nilai wajar BCIC ini diperhitungkan pada 31 Oktober lalu. Berdasarkan laporan kepemilikan saham per 30 November 2019, JTrust Co Ltd memiliki 86,68% saham seri A BCIC.

JTrust Investments Indonesia memiliki 1% saham BCIC. JTrust Asia Pte Ltd memmiliki 4,67% saham Bank JTrust. Sedangkan masyarakat memiliki 7,64% atau setara 765 juta saham bank ini.

Selain saham seri A dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham, ada juga saham seri B dengan nilai nomonal Rp 7,8 juta per saham.

JTrust Co Ltd memiliki 26.038 saham dan masyarakat memiliki 257.463 saham. Jumlah saham seri B ini hanya 0,003% dari total saham BCIC.

Seperti diketahui, kinerja PT Bank JTrus Indonesia Tbk merosot terlalu dalam sehingga berpengaruh pada perolehan laba. Bahkan,pada paruh pertama 2019, modal inti bank turun 30,9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,02 triliun.

Angka tersebut telah mendekati batas bawah modal inti minimum bank umum kelompok usaha (BUKU) II. Pada kuartal sebelumnya, modal inti bank juga merosot. Per Maret 2019 modaltier­-1 turun 14,5% yoy menjadi Rp1,15 triliun.


TERKINI