Ilustrasi | Foto: Ist

BEI: 27 Emiten yang Akan IPO Sudah Masuk 'Pipeline'

13 Januari 2020

Moneter.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut ada 27 calon emiten yang masuk ke dalam daftar calon emiten untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2020.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan ke 27 perusahaan tersebut sudah masuk ke dalam pipeline untuk melakukan IPO. Masuk pipeline artinya perusahaan itu sudah menyampaikan dokumen persyaratan IPO dan sedang diproses oleh bursa.

Pipeline itu yang sudah submit dokumen dan proses, artinya sudah di tangan kita. Bukan hanya dengar-dengar atau diskusi,” kata I Gede Nyoman di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Lanjutnya, sekitar 40% dari daftar 27 perusahaan itu merupakan kelas besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Adapun, perusahaan kelas menengah dan kecil berkontribusi masing-masing 30%.

“Perusahaan kelas menengah dan kecil tersebut nantinya akan masuk ke papan pengembangan, bukan papan akselerasi,” ucapnya.

Sektor industri calon emiten itu cukup merata, yakni mencakup perkebunan, consumer goods, properti, finansial, perdagangan, dan investasi. Beberapa di antaranya sudah melakukan mini expose di BEI.

Kata I Nyoman, pihaknya masih membantu proses perusahaan-perusahaan lainnya yang ingin melakukan IPO, termasuk perusahaan rintisan dan UMKM.

Sebelumnya, BEI mencatat tiga emiten baru di Januari 2020 dan salah satunya adalah PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) yang sahamnya tercatat di papan akselerasi.

Kemudain ada PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk CSRA, keduanya dicatatkan pada papan pengembangan BEI.

Selanjutnya, BEI juga mencatat reksa dana indeks atau Exchange Traded Fund (ETF) dari BNI Asset Management yaitu BNI-AM ETF MSCI ESG Indonesia yang menjadi reksa dana indeks pertama yang tercatat pada tahun ini dan secara keseluruhan merupakan reksa dana ETF ke-39 yang telah dicatatkan dan diperdagangkan di BEI.


TERKINI