Ilustrasi ekspor | Foto: Ist

Sumbang 75,5 Persen Ekspor Nasional, Industri Pengolahan Jadi Andalan Indonesia

17 Januari 2020

Moneter.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Pemerintah sedang fokus menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan kita.

“Sektor manufaktur memiliki peranan yang sangat penting guna mencapai sasaran tersebut,” kata nya di Jakarta, Kamis (16/1).

Sepanjang tahun lalu, katanya, ekspor produk industri pengolahan mampu menembus hingga 126,57 miliar dollar AS atau menyumbang sebesar 75,5% terhadap total ekspor Indonesia yang menyentuh di angka 167,53 miliar dollar AS sepanjang 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lima sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan sepanjang tahun 2019, yaitu industri makanan yang menyetor hingga 27,16 miliar dollar AS atau berkontribusi sebesar 21,46%. Selanjutnya diikuti oleh industri logam dasar 17,37 miliar dollar AS (13,72%).

Berikutnya, nilai pengapalan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia tercatat 12,65 miliar dollar AS (10%), industri pakaian jadi menembus 8,3 miliar dollar AS (6,56%), serta industri kertas dan barang dari kertas yang menyetor 7,27 miliar dollar AS (5,74%).

Adapun lima negara tujuan utama ekspor produk manufaktur Indonesia pada periode Januari-Desember 2019, yakni ke Amerika Serikat (13,64%), Tiongkok (13,48%), Jepang (8,7%), Singapura (6,94%), dan India (5,17%).

“Pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara nontradisional,” tegas Agus.


TERKINI