Foto: Ist

Hampir 2 Tahun Melantai di Bursa, Indonesian Tobacco Serap Dana IPO Rp51,6 Miliar

21 Januari 2020

Moneter.id - PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) telah menyerap seluruh dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai total Rp51,6 miliar untuk membeli bahan baku tembakau.

Resmi melantai di BEI pada 7 April 2018, perseroan menghimpun dana segar total senilai Rp60 miliar, setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum, perseroan memperoleh nilai bersih hasil penawaran umum sebesar Rp51,6 miliar.

Dalam laporan realisasi penggunaan dana hasi IPO per 31 Desember 2019 di Jakarta, Senin (20/1/2020), perseroan menjelaskan, mayoritas penggunaan dana hasil IPO untuk pembelian tembakau di segmen wilayah Jawa Tengah senilai Rp25,8 miliar atau sebesar 50% dari alokasi dana.

“Selanjutnya, 49% dialokasikan untuk segmen wilayah Jawa Timur senilai Rp25,4 miliar. Sisanya sebesar 1% untuk wilayah Lombok senilai Rp370 juta,” jelasnya.

Sementara, laba bersih Indonesian Tobacco tertekan sepanjang periode 9 bulan tahun ini, meski penjualannya naik dua digit.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, produsen tembakau iris tersebut membukukan penjualan bersih sebesar Rp120,26 miliar, naik 19,44% secara tahunan.

Dari situ laba bersih perusahaan tercatat Rp611,31 juta per kuartal III/2019. Laba bersih tersebut turun 86,99% dibandingkan dengan laba bersih per kuartal III/2018 sebesar Rp4,69 miliar.

Perseroan mengaku menangkap peluang dari dampak kenaikan tarif cukai sekitar dan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata sekitar 35% mulai 1 Januari 2020. 


TERKINI