Ilustrasi gedung PGN | Foto: Ist

Mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR: K3S Untung Besar, Kenapa PGN yang 'Dipaksa' Merugi?

11 Februari 2020

Moneter.id - Mantan wakil ketua Komisi VI DPR periode 2004-2019, Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan apakah keputusan pemerintah untuk menurunkan harga gas industri di hilir sebuah langkah yang tepat. Ia pun memberikan data soal harga gas regional hulu di mulut sumur atau wellhead.

“Data yang saya miliki, harga gas regional di wellhead misalnya untuk wilayah Jawa Barat sudah di kisaran USD 5,5-USD 6,99 per MMBTU,” kata dia di Jakarta, Senin (10/2).

Baca juga: Kata Ekonom PGN Akan Alami Dampak Negatif Jika Harga Gas Industri Turun

Katanya, rincian harga gas regional lainnya adalah, Cirebon US 6,7-USD 6,96 per MMBTU, Batam USD 5,63-USD 6,37 per MMBTU, Pekanbaru USD 7,95-USD 8,42 per MMBTU, Dumai USD 6,54-USD 7,50 per MMBTU, Medan US 7,51-USD 8,78 per MMBTU, dan Jawa Timur USD 7,32-USD 7,44 per MMBTU.

“Dari data harga di atas sudah sangat terang benderang bahwa kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yang mengeruk keuntungan paling besar. Padahal, para K3S itu sudah menikmati cost recovery, yakni semua biaya operasional kontraktor diganti oleh negara,” ungkap dia.

Baca juga: Bahaya, Saham PGN Bisa Sentuh Level Terendah Rp 460 Per Lembar

Inas menjelaskan, oleh karena itu berdasarkan angka cost recovery, terkait realisasi lifting gas, sudah seharusnya pemerintah melalui SKK Migas bisa menghitung harga keekonomian gas di hulu untuk kemudian dinegosiasikan kembali dengan para K3S tersebut,

“Bahkan pemerintah seharusnya bisa meminta K3S tersebut transparan dalam menghitung harga gas di wellhead. Jadi kenapa harus PT PGN Tbk yang harus dipaksa rugi dengan menurunkan harga gas di hilir?” tegas Inas.


TERKINI