Ilustrasi | Foto: Ist

Lebih Baik dari 2018, Neraca Pembayaran Indonesia Catat Surplus USD4,3 Miliar Pada Triwulan IV/2019

11 Februari 2020

Moneter.id - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS pada triwulan IV/2019. Capaian ini membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami defisit 46 juta dolar AS.

“NPI pada triwulan IV/2019 mencatat surplus sehingga menopang ketahanan eksternal Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Onny menjelaskan surplus NPI tersebut terutama ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2019 mencapai 129,2 miliar dolar AS, meningkat dari 124,3 miliar dolar AS pada akhir September 2019.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

“Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV/2019 meningkat yang mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian domestik,” katanya. Sementara itu, lanjutnya, surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV/2019 tercatat sebesar 12,4 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 7,4 miliar dolar AS.

Menurut Onny, defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV/2019 tetap terkendali, sehingga turut menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia.

“Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV/2019 tercatat sebesar 8,1 miliar dolar AS (2,84% dari PDB), ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat,” ujarnya.

Onny menjelaskan perkembangan NPI secara keseluruhan pada 2019 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat. NPI pada 2019 mencatat surplus 4,7 miliar dolar AS, membaik dari tahun sebelumnya yang mengalami defisit sebesar 7,1 miliar dolar AS.

Ke depan, katanya, kinerja NPI diprakirakan tetap baik sehingga dapat menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung defisit transaksi berjalan pada 2020 yang diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%-3,0% PDB.


TERKINI