Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Dari Hasil Lelang 4 Seri Sukuk Negara, Pemerintah Serap Rp8 Triliun

12 Februari 2020

Moneter.id - Pemerintah menyerap dana Rp8 triliun dari lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp69,57 triliun. Hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif yang ditentukan sebelumnya yakni sebesar Rp7 triliun.

“Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS12082020 mencapai Rp1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,46875% dan imbalan secara diskonto,” tulis keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (11/2/2020).

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 12 Agustus 2020 sebesar Rp22,01 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 3,46875% dan tertinggi 3,90625%.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS002 sebesar Rp2,73 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,46875% dan tingkat imbalan 5,8125%.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp28,7 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,46875% dan tertinggi 5,8125%.

Untuk seri PBS026, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,02266% dan tingkat imbalan 6,625%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2024 ini mencapai Rp15,11 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,00% dan tertinggi 6,5%.

Untuk seri PBS005, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,17 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,57342% dan tingkat imbalan 6,75%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 April 2043 ini mencapai Rp3,74 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,53125% dan tertinggi 7,8125%.

Sebelumnya, pemerintah menyerap dana Rp8 triliun dari lelang lima seri SBSN atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp46,91 triliun.


TERKINI