Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kadin Indonesia dan Australia Indonesia Business Council (AIBC) menggelar Forum Bisnis Indonesia-Australia yang berlangsung di Sydney, Australia, Selasa (11/2/2020).

IA-CEPA Telah Diratifikasi, Hubungan Indonesia-Australia Akan Makin Kuat dan Menguntungkan

13 Februari 2020

Moneter.id - Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah diratifikasi oleh DPR RI, 6 Februari lalu.

“Indonesia berharap, dengan telah diratifikasinya IA-CEPA ini, maka dalam 5 tahun ke depan, kedua negara sudah mempunyai peta jalan yang jelas atau plan of action. Dengan demikian, diharapkan hubungan bilateral Indonesia-Australia akan semakin kuat dan saling menguntungkan,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI), Iman Pambagyo, Selasa (11/2).

Iman berharap, pebisnis Australia dapat melakukan diskusi yang bermanfaat dengan mitra mereka yang ikut serta dalam forum tersebut. Sementara untuk para pebisnis diharapkan lebih mempersiapkan diri lebih baik dan memperkuat kerja sama dalam mengembangkan pasar, serta mendorong satu sama lain untuk melakukan hubungan bisnis.  

Saat ini, Indonesia melakukan kerja sama dengan Australia di berbagai bidang, di antaranya telekomunikasi, rumah sakit, pertambangan, asuransi, konstruksi, pendidikan tinggi, serta pelatihan kejuruan teknis. Indonesia juga memberikan tarif khusus untuk beberapa produk pertanian, termasuk biji-bijian pakan, dan untuk gulungan baja canai panas/dingin.

Dalam mengatasi hambatan perdagangan, Dirjen PPI menjelaskan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya memperluas perdagangan yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta melanjutkan reformasi dalam perdagangan dan investasi agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan 5 prioritas pembangunan, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan peraturan, efisiensi birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Untuk itu, Dirjen PPI mengundang para pebisnis Australia untuk datang ke Trade Expo Indonesia yang akan diadakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2020 mendatang.

Pada tahun lalu, terdapat 133 delegasi bisnis Australia yang datang ke acara tersebut dengan transaksi yang dihasilkan selama pameran mencapai USD 25,79 juta. Produk yang diminati dari Indonesia, antara lain produk pertanian, makanan olahan, rempahrempah, produk plastik, furnitur, herbal, dan barang konsumsi.

Selain itu, Dirjen PPI juga mengundang pebisnis Australia untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai yang akan diselenggarakan dari 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021 mendatang. 

Sekedar informasi, pada tahun 2019, total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai USD 7,8 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Australia yaitu minyak bumi, cerutu, kayu, monitor dan proyektor, ban, dan alas kaki.

Sementara, produk impor utama dari Australia adalah minyak bumi, gandum dan meslin, batu bara, sapi hidup, ferro nikel, dan bijih besi. Ekspor Indonesia ke Australia sebesar 1,2% dari total impor Australia dari dunia.

Sementara, ekspor Australia ke Indonesia sebesar 3,1% dari total impor Indonesia dari dunia. Untuk investasi, pada tahun 2018, Australia merupakan investor terbesar ke-10 di Indonesia, mencakup 635 proyek di Indonesia dengan jumlah total sekitar USD 597,4 juta.

Saat ini, investasi Australia di Indonesia sebagian besar bergerak di bidang pertambangan, logam, pertanian, real estate, permesinan, dan transportasi. Sementara, Indonesia merupakan negara tujuan investasi favorit ke-4 di dunia dan memiliki potensi besar. 



TERKINI