BP Jamsostek

35 Juta Tenaga Kerja Belum Terlindungi, BP Jamsostek Targetkan Penambahan Peserta 23,2 Juta di 2020

11 Maret 2020

Moneter.id - BP Jamsostek mencatat baru sekitar 55,5 juta tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta hingga Desember 2019.

Padahal total potensi tenaga kerja yang bisa didorong menjadi peserta BP Jamsostek sekitar 90 juta tenaga kerja,” kata Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif, Rabu (11/3/2020). 

Katanya, masih ada sekitar 35 juta tenaga kerja yang belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. "Tahun ini kami targetkan penambahan peserta baru sekitar 23,2 juta tenaga kerja," ucapnya.

Menurutnya, dari 35 juta tenaga kerja yang belum terlindungi tersebut, 55% adalah tenaga kerja dari sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Tenaga kerja ini memiliki karakteristik agak khusus. Dimana ada BPU yang bisa membayar tetapi belum minat jadi peserta, dan ada BPU yang minat tetapi tidak bisa membayar,” paparnya.

Sekedar informasi, angka kecelakaan kerja terus meningkat dari tahun 2016 hingga 2019. Hal Itu terlihat dari penyaluran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). 

Pada 2016 hanya ada 18.308 kasus dengan nilai yang disalurkan sebesar Rp 121 miliar. Kemudian pada 2017 meningkat menjadi 23.198 kasus dengan nilai yang disalurkan mencapai Rp 154 miliar. 

Pada 2018 menjadi 30.888 kasus dengan nilai yang disalurkan sebesar Rp 186 miliar. Ada penurunan kasus di 2019 menjadi 30.776, meskipun nilai yang disalurkan meningkat menjadi Rp 231 miliar.

"Terus meningkatnya kasus kecelakaan kerja menunjukkan setiap harinya semakin banyak yang membutuhkan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Krishna.



TERKINI