RUPST PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN

BTN Putuskan Bagi Dividen Rp20,92 Miliar dan Buyback Saham

13 Maret 2020

Moneter.id - RUPST PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp20,92 miliar (Rp1,98 per saham) atau 10% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp209 miliar atau Rp19,76 per saham.

Maka jumlah yang akan disetor ke pemegang saham mayoritas atau pemerintah adalah sebesar Rp12,55 miliar. Sementara 90% dari sisa laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan

“Per Februari 2020, rasio cakupan atau coverage ratio BTN mencapai lebih dari 100%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 43,42%,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Pada tahun 2020, katanya, perseroan menetapkan beberapa target kinerja, yaitu aset ditargetkan meningkat 6%-8%, sementara kredit dan pembiayaan tetap tumbuh sebesar 8%-10%, dengan penopang utama adalah KPR.

"Bank BTN akan mengoptimalkan KPR Non subsidi khususnya segmen milenial dan urban dan mengembangkan personal loan dengan penjualan produk secara bundling antara kredit dan tabungan, seperti contohnya BTN Solusi yang baru kami rilis," ujar Pahala.

Menurutnya, dengan pemasaran produk bundling, perseroan menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh13%-15% didorong kenaikan porsi dana murah dari giro dan tabungan.

“Sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) ditargetkan di kisaran 3,5% dengan memperbaiki proses inisiasi kredit dan sistem manajemen penagihan dan optimalisasi situs lelang rumah,” tungkasnya.

Katanya, BTN tetap optimistis laba bisa menembus Rp2,5 triliun hingga Rp 3 triliun dengan menurunkan cost of fund menjadi 5,27% dan mendorong fee based income tumbuh di atas 17% dibandingkan tahun lalu," ujar Pahala.

Sementara dalam waktu dekat, perseroan akan melakukan pembelian saham dan memberikannya kepada karyawan sebagai insentif, merespon rencana buyback saham oleh 12 BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah melakukan koordinasi dengan 12 BUMN untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham.

Rencana pembelian kembali saham tersebut terdiri dari sektor perbankan yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, kemudian sektor konstruksi Wika, PP, Adhi Karya, Jasa Marga, Waskita, lalu sektor pertambangan yakni Antam, PT Bukit Asam dan PT Timah.


TERKINI